Jakarta, Harian Umum - Kesatuan Serikat Pekerja Tenaga Medis dan Kesehatan Indonesia (KSPTMKI) bersama Koalisi Masyarakat Sipil, Selasa (10/12/2024), ikut serta dalam Aksi Karnaval HAM 2024 yang diselenggarakan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta).
Karnaval bertema "Menggugat Kezaliman Negara, Menghidupkan Perlawanan Warga Melawan Koalisi Gentong Babi" itu diselenggarakan untuk memperingati Hari HAM sedunia, dan mengambil start di kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, untuk kemudian ke kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhary, ke Bundaran HI, dan finish di titik awal
Di antara peserta karnaval terlihat pula warga yang masih memiliki permasalahan seperti nelayan Cilincing, petani Rumpin, Warga Kampung Bayam, hingga warga Penjaringan.
Peserta karnaval terlihat membawa perangkat aksi seperti ogoh-ogoh, poster, dan spanduk, diiringi oleh drum band serta dukungan logistik dan tim medis.
Saat erorasi, Ketua Biro Khusus Kesejahteraan Tenaga Medis dan Kesehatan Indonesia, dr. Sri Narulita menyampaikan bahwa Tenaga Medis dan Kesehatan Indonesia saat ini menghadapi kondisi yang memprihatinkan dalam hal upah yang tidak layak, jam kerja yang tidak manusiawi dan pelanggaran terhadap hak normatif lainnya.
"Hak - hak normatif terkait kesejahteraan Tenaga Medis dan Kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia yang harus terpenuhi. Negara harus hadir dalam menegakkan aturan terkait kesejahteraan Tenaga Medis dan Kesehatan sebagai pekerja" kata Sri Natulita seperti dikutip dari siaran tertulis KSPTMKI, Rabu (11/12/2024).
Ia menambahkan, terkait hal itu, KSPTMKI akan berupaya sekuat tenaga untuk selalu berada di depan dalam memperjuangkan hak-hak tenaga medis dan kesehatan Indonesia sebagai bagian dari Hak asasi manusia dan berharap negara hadir dalam hal pemenuhan hak - hak tersebut.
"Kami dari Kesatuan Serikat Pekerja Tenaga Medis dan Kesehatan Indonesia mengucapkan selamat hari HAM sedunia" tutup Sri Narulita. (man)


