Jakarta, Harian Umum - Komisi B DPRD Propinsi DKI Jakarta menyebutkan belum terlihat program kerja produktif yang diperlihatkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Perseroda untuk memperoleh keuntungan pada tahun 2023. Program kerja selama ini cuma hanya menggugurkan kewajiban sebagai perusahaan plat merah punya DKI Jakarta.
Walau sebenarnya menurut Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail, Jakpro bisa mendayagunakan venue-venue sebagai asset di bawah pengendaliannya untuk mengantongi keuntungan. Bukan sekedar aktifkan venue yang diprediksikan akan melangsungkan even pada tahun 2023.
"Saya berpikir bukan waktunya lagi untuk Jakpro ini sekadar aktifkan venue-venue tapi yang lebih pas ialah lakukan optimasi. Mengaktifkan itu kemungkinan sekadar jalankan apa yang semestinya diwujudkan dari tiap venue yang dibuat," ucapnya di ruang pertemuan komisi B DPRD DKI, Selasa (31/1).
Ismail menjelaskan, PT Jakpro harus banyak mengubah skema peraturan dan performa mulai sekarang ini. Jika awalnya ditanggung banyak penempatan untuk melakukan pembangunan, sekarang Jakpro agar lebih konsentrasi untuk pikirkan keuntungan yang didapat atas sesuatu yang sudah dibuat.
"Semestinya berada di mindsetnya itu ialah optimasi. Ini penting maindset ini dibuat jika saya lihat kan di berbahan ini pengaktifan pengelolaan asset. Ini harus direvisi jadi optimasi karenanya pola pikir semacam ini usaha dan rencana yang hendak dilaksanakan jadi lebih berjalu," bebernya.
Pada tahun 2023 PT Jakpro Perseroda mempersiapkan beberapa program kerja. Diantaranya mempersiapkan konser Dewa 19 dan aktivitas Federasi Piranti Dusun di Jakarta International Fase (JIS) pada bulan ini.
"Ada banyak moment yang hendak terwujud pada bulan Februari. Karena menurut kami dan memang imbas dari 2 moment ini tentu saja bakal ada rangkaian-rentetan atau triger ada moment-event aktivitas komersil yang lain," jelas Iwan Takwin, Dirut PT Jakpro.







