Jakarta, Harian Umum- Cawapres nomor urut 1 pada Pilpres 2019, KH Ma'ruf Amin dituding sebagai tukang hoax oleh warganet akibat pernyataannya yang kerap tidak benar.
Setelah pernyataan tentang lauching mobil Esemka pada Oktober 2018 tak terbukti, pernyataan mantan ketua umum PBNU itu bahwa Habib Rizieq Shihab dibebaskan kepolisian Arab Saudi dalam kasus bendera ISIS atas jaminan Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, juga dibantah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Parah nih org . Blom ape2 dah jadi Tukang HOAX," kata akun @RestyCayah seperti dikutip harianumum.com, Jumat (9/11/2018).
"Politikus Maruf Amin sebar hoaks lagi. HRS bebas bukan karena jaminan Konjen RI loh. Sudah ada klarifikasi. Ini hoaks kedua dari politikus Maruf Amin setelah sebar hoaks terkait launching mobil Esempe, eh Esemka pada Oktober. Oktober berlalu," kata @eae18.
"Pak kyai koq jadi begini... dobol dobol.... ketua MUI tapi jadi tukang bohong. yg hancur bukan saja reputasi pak kyai, tapi reputasi islam secara keseluruhan. segeralah bertaubat pak kyai, krn anda sudah tua dan saatnya kembali pada yang kuasa, ahiri hidup dengan khusnulkhotimah," protes @masibnoe79.
"Siapapun kalau dah masuk "ebong" pasti suka bohong," sahut akun @agusmal73.
"Maklum sudah tua jadi lupa apa yang di ucap kan nya ada tanggung jawab nya di hadapan tuhan dan manusia," kata @Hasiram51534258.
"Kalo sudah jadi ebong minimal harus bisa jadi tukang HOAX dan ngibul kalo gak bisa lebih baik pulang," celoteh @moerwadie.
Meski demikian ada juga waeganet yang bersikap bijaksana.
"Kita mesti maklum beliau udah sepuh..... makanya kalau sayang sama beliau ndak usah pilih beliau di Pilpres nanti.... kita ndak rela kan ada kiayi sepuh jadi buah bibir gara2 perkataan beliau yg keliru. ..," kata @Devito137.
Seperti diketahui, pada Selasa (6/11/2018) Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Rizieq Shihab (HRS), dikabarkan ditangkap aparat keamanan Arab Saudi, namun dari cuitan pendiri Front Pembela Islam (FPI) itu melalui akun @IB_HRS diketahui kalau kabar itu tak benar karena HRS dibawa untuk dimintai keterangan terkait laporan kalau dia menjadikan rumahnya sebagai markas ISIS.
Dari akun itu juga diketahui kalau laporan tersebut fitnah, karena diam-diam ada yang memasang bendera tauhid yang desainnya mirip bendera ISIS di dinding rumah HRS, lalu memotretnya, dan melapor ke polisi bahwa rumah HRS dijadikan sarang ISIS.
Ada dugaan kalau rekayasa ini merupakan ulah oknum intelijen, karena selain kejadian itu, saat aparat keamanan Saudi mendatangi rumah HRS dan membawanya pergi, ada yang memotret dan memviralkannya melalui grup-grup WA.
Setelah diperiksa, HRS dibebaskan dan kemudian melaporkan balik para pelaku dengan tiga undang-undang (UU) sekaligus, di antaranya UU tentang Pencemaran Nama Baik dan UU Spionase yang berlaku di Arab Saudi. UU Spionase mengancam pelakunya dengan hukuman mati dengan cara dipancung.
Pada Kamis (8/11/2018), usai rapat pleno Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, KH Ma'ruf Amin mengatakan kalau HRS dibebaskan kepolisian Saudi karena jaminan Konjen RI di Riyadh.
"Ya bagus, dia bebas karena dijamin oleh Konsulat Jenderal (Konjen) kita di sana," katanya.
Namun hanya dalam hitungan jam, Kemenlu membantah pernyataan itu.
"Tugas Perwakilan RI bukan membebaskan seseorang, apalagi memberikan jaminan. Setiap orang harus bertanggungjawab sendiri atas tindakannya. Tugas Perwakilan adalah memberikan pendampingan kekonsuleran, untuk memastikan hak-hak hukumnya terpenuhi. Itulah yang dilakukan oleh KJRI Jeddah dalam kasus ini," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, Kamis (8/11/2018).
Sebelumnya, Ma'ruf juga bikin heboh karena mengatakan bahwa mobil Esemka akan dilaunching pada Oktober 2018, namun tak ada buktinya. (rhm)







