Jakarta, Harian Umum - Politisi PDI Perjuangan sekaligus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap membuka kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP yang menjeratnya bila dipanggil lagi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya akan transparan dan datang bila dipanggil KPK karena ini soal integritas ya," katanya di acara Rakornas Tiga Pilar PDIP Perjuangan di Tangerang, Sabtu (16/12/2017) kemarin.
Menurut Ganjar, untuk membuktikan tuduhan ia menerima uang korupsi KTP elektronik adalah dengan membuka semua kesaksian yang ada.
Ganjar terserat kasus e-ktp karena tuduhan mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bahwa dirinya menerima 500.000 dollar. Nama Ganjar bersama 2 nama politisi PDIP lainnya hilang dari dakwaan tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan hilangnya 3 nama politisi PDIP dari dakwaan Setya Novanto yang terungkap dalam persidangan pertama Setya Novanto merupakan substansi yang menjadi bagian dari strategi KPK membuktikan mantan Ketua Partai Golkar itu bersalah di pengadilan.
KPK mempersilahkan kuasa hukum Setya Novanto untuk menyampaikan keluhan atas hilangnya nama sejumlah politisi tersebut. (tqn)







