Jakarta, Harian Umum-Penghargaan tingkat dunia sebagai kota terbaik dalam pengelolaan transportasi berkelanjutan berhasil diraih Jakarta dengan baik. Hal ini dianggap beragam kalangan sebagai tanda kerja keras Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memajukan kotanya dan membahagiakan warganya.
"Ini bagian dari janji Anies untuk memajukan kotanya dan membahagiakan warganya. Maju kotanya itu salah satu contohnya di bidang transportasi. Anies berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan ini sehingga berhasil meraih Sustainable Transport Award (STA) 2021," ujar Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga, Sabtu (31/10).
Meski demikian, pihaknya mengingatkan kembali Anies untuk melengkapi transportasi di Jakarta dengan transportasi air. Hal ini pernah digagas Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Sutiyoso agar sungai yang mengelilingi Jakarta bisa dimanfaatkan untuk sarana transportasi masyarakat.
"Jaman bang Yos (Sutiyoso), dulu ada keinginan untuk membangun transportasi air. Dalam dua tahun anies ke depan ini, Anies bisa membangun transportasi air itu. Bisa diusulkan pada perubahan APBD 2021 atau pada APBD 2022. Kalaupun tidak selesai 2 tahun, bisa dilanjutkan gubernur penerusnya," kata Rico.
Terlebih, ungkapnya, di pinggiran Jakarta akan dibangun Waduk Ciawi dan Sukamahi. Waduk-waduk ini bisa dioptimalkan untuk mengatur arus air yang akan mengalir ke sungai-sungai di Jakarta yang disesuaikan dengan transportasi air itu.
"Dulu dermaganya direncanakan di Manggarai. Dari sini, transportasi air bisa tembus hingga ke Marunda melalui Kanal Banjir Timur atau bisa ke arah barat melalui Kanal Banjir Barat. Sehingga ada dua rute transportasi air yang bisa diprioritaskan," imbuhnya.
Dia meyakini, transportasi air ini akan menjadikan Jakarta sebagai kota terbaik sejagat dalam pengelolaan transportasi berkelanjutan. Selain bisa mengurangi kemacetan di daratan Jakarta, transportasi air ini juga diyakini akan mengurangi banjir ibu kota.
"Kalau ada transportasi air, mau tidak mau Pemprov DKI harus memperlancar aliran air. Sehingga infrastrukturnya pun harus diperbaiki. Nah, ini akan mengurangi banjir. Karena selama ini, banyak aliran air tidak tembus ke kanal banjir timur. Apalagi, kanal banjir ini menjadi sorotan dunia karena pernah masuk ke national geografi," ucapnya.
Di sisi lain, jelas Rico, transportasi air ini pun bisa menjadi destinasi wisata baru bagi warga Jakarta. Nantinya, setiap hari kerja bisa digunakan untuk transportasi umum dan pada akhir pekan khusus untuk destinasi wisata dengan perahu yang dihiasi ornamen kebetawian. (hnk)







