Jakarta, Harian Umum - PT Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) berencana menggelar Jakarta Fair Kemayoran 2018 dengan nuansa baru dan konten acara yang lebih menarik dibanding penyelenggaraan Jakarta Fair sebelumnya.
"Tahun depan merupakan penyelenggaraan yang ke-51 dan diselenggarakan dalam rangka HUT Jakarta yang ke-491. Jadi, kita ingin penyelenggaraan Jakarta Fair lebih meningkat lagi dalam segi kualitas dan kenyamanan bagi pengunjung," ujar Ketua Panitia Penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran, Prajna Murdaya, dalam jumpa pers di Gedung Pusat Niaga, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).
Ia tidak menjelaskan lebih detil nuansa baru seperti apa yang akan ditonjolkan, namun ia memastikan kalau Jakarta Fair 2018 juga akan dimeriahkan oleh penyanyi-penyanyi papan atas Tanah Air dan mancanegara seperti pada penyelenggaraan Jakarta Fair 2017.
"Tapi siapa saja mereka, masih dalam perencanaan dan skedul," katanya.
Soal target jumlah pengunjung dan transaksi, Direktur Marketing PT JIEXPO, Ralph Scheunemann, mengatakan, pada Jakarta Fair 2017 diperoleh transaksi hingga Rp6,8 triliun dan jumlah pengunjung mencapai 6 juta orang.
"Jumlah ini merupakan titik tertinggi, karena rata-rata kenaikan transaksi dan jumlah pengunjung pada penyelenggaraan Jakarta Fair dari tahun ke tahun antara 10-15%. Jadi, kita berharap pada Jakarta Fair 2018 juga akan terjadi kenaikan seperti itu," katanya.
Ketika disinggung soal perekonomian Indonesia yang sedang lesu, Ralph optimis jumlah pengunjung dan transaksi di Jakarta Fair 2018 tidak akan merosot dibanding pada 2017, karena katanya, selain penyelenggaraan Jakarta Fair 2018 pun bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri seperti pada penyelenggaraan Jakarta Fair 2017 dan 2016, animo pengusaha untuk mengikuti event ini pun tetap tinggi.
"Di Jakarta Fair 2018 nanti akan ada 1.500 stand. Itu artinya, ada 1.500 pengusaha yang menjadi peserta. Dan seperti juga pada penyelenggaraan tahun ini dan tahun sebelumnya, buyer tak hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri," katanya.
Ada yang unik pada penyelenggaraan Jakarta Fair 2018, karena biasanya konferensi pers terkait penyelenggaraan Jakarta Fair oleh JIEXPO dilakukan dua pekan sebelum event akbar itu diselenggarakan pada Mei hingga awal Juli.
Namun untuk penyelenggaraan Jakarta Fair 2018, JIEXPO telah merilisnya pada akhir Oktober 2017, sementara event itu diselenggarakan pada 24 Mei hingga 1 Juli 2018. Terlalu jauh rentang waktu antara konferensi pers dengan penyelenggaraan event itu.
Untuk hal ini, Ralph mengatakan kalau konferensi sengaja dilakukan jauh-jauh hari agar penyelenggaraan Jakarta Fair 2018 lebih cepat tersosialisasi, terutama kepada pengusaha yang berminat menjadi peserta, namun belum pernah terlibat antara lain karena belum kebagian space karena area JIEXPO Kemayoran yang terbatas. (rhm)






