Jakarta, Harian Umum-Generasi Melek Politik (GMP) dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengadakan webinar hasil riset “Persepsi Risiko Virus COVID-19 di Periode Adaptasi Kebiasaan Baru pada Generasi Z”. Adjunct researcher LD FEB UI, Alfindra Primaldhi, memaparkan sebanyak 88% responden Gen Z ternyata sudah paham bahwa virus Corona penyebab COVID-19 berbahaya.
Menurutnya, para Gen Z Indonesia juga menyadari manfaat dari menjalankan protokol kesehatan, khususnya protokol 3M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1-2 meter dan Mencuci tangan sesering mungkin), untuk menurunkan risiko tertular maupun penularan COVID-19.
“Kita lihat sekarang kegiatan bersepeda sedang nge-trend. Ini adalah hal yang baik karena penting untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental. Dari studi kami, bersepeda cenderung dianggap berisiko rendah, hanya 37% responden yang menganggap bersepeda tanpa protokol berisiko tinggi. Pada kenyataannya, tetap ada risiko terpapar virus dalam bersepeda. Oleh karena itu protokol kesehatan harus tetap dilakukan agar bisa tetap aman bersepeda," ujar Alfindra Primaldhi, dalam keterangannya, Selasa (1/9).
Riset kuantitatif tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran tingkah laku, dan persepsi risiko di periode adaptasi kebiasaan baru (new normal) pada Generasi Z (12-25 tahun) di Indonesia. Sedikitnya, ada 875 responden yang berasal dari 33 provinsi dan lebih dari 250 kabupaten/kota di Indonesia berpartisipasi dalam survei yang dilakukan secara daring melalui akun Instagram @generasimelekpolitik.
Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan rencana untuk membuka kembali bioskop. Dalam riset tersebut, mayoritas responden Gen Z masih menilai bahwa menonton bioskop sangat berisiko tinggi apabila tidak menjalankan protokol kesehatan. Dengan protokol pun, 18% responden masih menilai kegiatan menonton di bioskop masih berisiko tinggi. Maka protokol kesehatan dalam menonton bioskop harus benar-benar jelas, dan dipatuhi, agar anak muda tertarik untuk kembali ke bioskop.
Ambassador Generasi Melek Politik dan juga perwakilan suara dari Gen Z, Aurelia Vizal menjelaskan bahwa anak muda Indonesia sangat paham akan risiko kesehatan COVID-19. Namun, adanya trust issue kepada pemerintah membuat banyak anak muda jadi skeptis bahwa pemerintah bisa menyelesaikan pandemi ini.
“Setiap generasi punya generation defining events, dan bagi Gen Z event tersebut adalah COVID-19. Misalnya, Millennial dengan serangan teroris, Boomers dengan penembakan John F, Kennedy, dan Gen X dengan resesi. Defining moment ini bakal berpengaruh ke cara pandang dan cara gen Z menyikapi hal untuk kedepannya. Untuk itu, akan sangat bagus jika pemerintah terbuka saja akan perkembangan kasus ini. Bukan artinya kita menganggap pemerintah gagal. Keterbukaan informasi itu akan mengurangi trust issue kami kepada pemerintah," katanya. (hnk)







