Jakarta, Harian Umum- Hasil penelitian terhadap berbagai merk minuman kemasan mengungkap bahwa air di dalam botol Aqua Danone dan Nestle Pure Life mengandung partikel pelastik.
Dilansir laman BBC, Jumat (16/3/2018), kedua merek itu merupakan dua dari 11 merek minuman kemasan taraf dunia dan lokal yang diuji.
Dari penelitian itu juga ketahuan kalau minuman kemasan merek Evian dan San Pellegrino juga mengandung partikel pelastik.
"Kami menemukan (plastik) di dalam botol demi botol dan merek demi merek," kata Sherri Mason, profesor kimia dari State University of New York yang dilibatkan dalam investigasi, kepada BBC.
Ia menegaskan, penelitian ini tidak bermaksud mencari kesalahan pada merek tertentu, melainkan benar-benar untuk menunjukkan bahwa partikel pelastik itu ada di mana-mana, dan menjadi materi yang menyebar di masyarakat, serta dapat menembus air.
"Semua produk ini adalah yang kita konsumsi pada level mendasar," imbuhnya.
Saat ini be!um ada bukti bahwa mencerna plastik dalam wujud sangat kecil (mikroplastik) dapat menimbulkan penyakit pada tubuh, namun memahami potensi dampaknya adalah bidang yang dikaji dalam sains.
"Yang kita tahu adalah beberapa dari partikel ini cukup besar, sehingga ketika dicerna, partikel itu mungkin dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi sepanjang perjalanan di dalam tubuh mereka bisa melepaskan zat kimia yang menyebabkan dampak bagi kesehatan manusia," jelas Profesor Mason.
Ia menambahkan, sebagian dari partikel ini luar biasa kecil, sehingga bisa masuk usus di perut, menyusurinya, dan dibawa ke seluruh tubuh.
"Kami tidak tahu implikasinya atau apa artinya bagi berbagai organ tubuh kita," imbuhnya lagi.
Investigasi terhadap berbagai merek minuman kemasan dipimpin oleh organisasi jurnalisme (Orb Media). Untuk meneliti kandungan plastik di dalam botol air, organisasi itu menggandeng State University of New York di Amerika Serikat.
BBC menghubungi beragam merek yang disebutkan dalam investigasi tersebut. Nestle menyatakan telah memulai uji mikroplastik secara internal sejak dua tahun lalu dan hasilnya pelastik tidak dideteksi di atas level pendeteksian.
Seorang juru bicara Nestle menambahkan bahwa kajian Profesor Mason meluputkan beberapa langkah kunci untuk menghindari ‘hasil positif yang salah’. Dia juga mengatakan pihaknya mengundang orb Media untuk membandingkan metode.
Secara terpisah, Danone mengatakan tidak bisa mengomentari kajian tersebut karena ‘metodologi yang digunakan tidak jelas’. Danone menegaskan botol yang mereka gunakan untuk menampung air masuk kategori ‘kemasan yang sesuai untuk makanan’.
Perusahaan itu menambahkan bahwa tidak ada aturan pasti mengenai mikroplastik atau konsensus dalam sains untuk mengujinya. (man)







