JAKARTA, HARIAN UMUM - Gedung DPRD DKI Jakarta yang lama ditutup sementara setelah salah satu staf dari Sekretariat DPRD DKI Jakarta dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes swab. Hal itu dikatakan Plt Sekretaris Dewan Hadameon Aritonang.
"Benar ada satu orang staf kita di bagian protokol yang positif dan sekarang sudah dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran sejak hari Kamis kemarin," kata Hardameon seperti dilansir Bisnis.com Jakarta, pada Selasa (14/7/2020).
Sebelumnya Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, mendesak agar kegiatan dewan seperti kunjungan ke daerah di tengah pandemic Corona dihapus sementara. Sebab hal itu bisa menyebabkan penularan virus mematikan itu. “Anggota Dewan jangan bandel, stop dulu kunker kunkeran, apalagi ada staf DPRD yang positif Covid19,” tukas Sugiyanto.
Hardameon membantah hal itu, menurutnya star yang terpapar Covid-19 itu tidak pernah mengikuti kegiatan kunjungan ke daerah.
"Kita kan ada semacam program, seluruh karwayan di sekretariat termasuk PJL, pamdal, kita lakukan rapid test, tiga kali seminggu. Nah, setelah rapid itu dia reaktif, lalu kita tindaklanjuti dengan swab, hasilnya positif,” kata Hadameon.
Di hubungi terpisah Ketua Fraksi Gerindra Rani Mauliani mengakui dirinya sempat dinnyatakan reaktif setelah melewati Rapid test. Namun menurutnya hal itu bukan berarti dirinya positif Covid-19.
"Saya kan sebelumnya pernah positif Covid-19 lalu sudah dinyatakan negatif. Kalau di test ya reaktif tapi nyatanya kan negatif," terang Rani.
Oleh sebab itu menurut Rani, kegiatan kunjungan kerja ke daerah yang dilakukan anggota bukan menjadi penyebab penularan virus Covid-19. "Kegiatan Kunker itu kan memang ada aturan hukumnya dan sah sebagai kegiatan anggota dewan," ujarnya. (Zat)







