Jakarta, Harian Umum - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Usman Helmi meminta Moda transportasi raya (MRT) disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat sebelum resmi dioperasikan pada bulan Maret mendatang. Agar moda transportasi berbasis rel tersebut bisa dinikmati seluruh masyarakat, tidak hanya menjangkau masyarakat menengah ke atas.
"Untuk membangun infrastruktur MRT sudah menghabiskan dana yang cukup mahal. Karena itu ada kesan moda transportasi itu mewah. Sebagian masyarakat akan ragu-ragu, jangan-jangan naik MRT harganya mahal. Karena itu sebelum dioperasikan segala persiapan harus sudah dilakukan pihak terkait termasuk sosialisasi ke masyarakat," kata Helmi di gedung DPRD DKI, Senin (28/1/2019).
"Misalnya dalam sebulan masyarakat yang mau naik MRT digratiskan dulu. Sosialisasikan ke sekolah-sekolah dengan mengadakan study tour untuk mencoba MRT secara gratis. Ini kan untuk menghapus kesan MRT itu eksklusif," lanjutnya.
Karena bertujuan untuk mengatasi kemacetan, Helmi menyarankan agar PT MRT sebagai operator tidak mencari semata-mata mencari keuntungan. "Tujuan pembangunan MRT itu sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di Ibukota. Karena itu menurut kami harga tiket kalau perlu semurah-murahnya. Untuk itu pemerintah harus memberikan subsidi agar harga tiket bisa terjangkau," lanjutnya.
Helmi berharap MRT bisa menjadi ikon baru Jakarta. Masyarakat pun selain bisa menikmati transportasi dengan teknologi modern juga merasa memiliki. "MRT akan menjadi ikon baru Jakarta. Karena itu dengan menghapus kesan eksklusif, masyarakat jadi ikut merasa memiliki," tutur Ketua Fraksi PPP tersebut.
Seperti diketahui pembangunan Fase I hingga kini sudah 98,1% pembangunannya. PT MRT Jakarta sebagai operator menyatakan bahwa Maret 2019 transportasi baru orang Jakarta ini akan siap beroperasi.
"Pada saat Maret 2019, semua stasiun akan selesai pembangunannya, itu jadi komitmen kami. Tidak ada stasiun yang terlambat operasinya," tegas Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, seperti dilantik detik.com Rabu (23/1/2019) lalu.
Proyek MRR pembangunan telah dimulai sejak akhir 2013 lalu. Proyek yang sudah direncanakan sejak 1985 itu, Maret nanti rencananya bisa digunakan masyarakat. (Zat)







