Jakarta, Harian Umum- Pemprov DKI Jakarta mendapat tambahan puluhan halte dari PT Mitra Panca Persada (MPP) dan PT Keppel Land, pengembang Simpang Susun Semanggi
Pembangunan itu dilakukan dengan menggunakan dana pembayaran Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
"Yang bangun dari KLB-nya MPP dan Keppel Land. Ada 21 halte yang baru terbangun," ujar Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho melalui pesan WhatsApp, Senin (1/4/2019).
Sayang, saat dihubungi Hari mengatakan sedang rapat. Sehingga Harian Umum tidak dapat banyak bertanya.
Sebelumnya, pada 6 November 2017, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk merombak rancangan pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, karena rancangan yang dibuat di era Gubernur Ahok itu tidak memiliki ruang bagi sepeda motor untuk melintas di kedua jalan protokol tersebut.
Selain hal tersebut, mantan Mendikbud ini juga menginginkan agar trotoar harus dijadikan tempat untuk interaksi sosial bagi seluruh pejalan kaki, dan dapat menjadi ajang kegiatan masyarakat yang positif, baik di bidang seni, budaya dan lainnya.
"Tempat itu harus rindang, sehingga bisa menjadi kegiatan masyarakat yang lalu lalang tidak hanya di sore hari dan malam hari. Jakarta ini panas, Jakarta ini lembab, karena itu tannpa ada kerindangan hanya sedikit yang memanfaatkan trotoar," katanya.
Dengan adanya perombakan desain tersebut, maka trotoar di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman direstorasi dengan proyek bernama "Trotoar Kita".
Restorasi trotoar ini ditarget rampung Juli 2018 karena juga dilakukan untuk menyambut Asian Games 2018, namun jika ditilik dari keterangan Hari, agaknya pembangunan halte belum rampung seluruhnya.
Restotasi trotoar ini menggunakan anggaran dari sisa uang nilai KLB Simpang Susun Semanggi sebesar Rp219 miliar dari PT Keppel Land dan PT MPP. (rhm)







