Jakarta, Harian Umum- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan disarankan untuk mengevaluasi kinerja Asisten Pemerintahan Serketariat Daerah (Setda) Reswan W Soewardjo.
"Kinerja pejabat ini perlu dievaluasi karena telah berkali-kali melakukan tindakan yang tidak etis, sehingga dapat merusak dan mengacaukan kinerja di lingkungan Setda," ujar pengamat publik Amir Hamzah kepada harianumum.com di Jakarta, Jumat (26/1/2018).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang didapat dari lingkungan Setda, Reswan tak cakap memimpin dan hobi mencampuri urusan Asisten Setda yang lain, baik Asisten Perekonomian, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, maupun Asisten Kesejahteraan Rakyat.
Salah satu sikap Reswan yang merusak harmonisasi di lingkungan Setda adalah saat penggodokan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belum lama ini.
"Menurut pejabat di lingkungan Setda, dalam rapat itu Reswan justru mengurusi bidang lain, sehingga asisten yang urusannya dicampuri menjadi jengkel," imbuh Amir.
Terbaru, Reswan dinilai telah melangkahi wewenang Sekda Saefullah, karena pada Kamis (25/1/2018), mengirimkan nota dinas yang berisi laporan hasil rapat pembahasan Program Gerebek Kerja Bakti, langsung kepada Gubernur Anies Baswedan.
"Sesuai hirarki, seharusnya Reswan mengirim nota itu kepada Sekda sebagai atasannya, bukan kepada gubernur. Nanti Sekda lah yang akan menindaklanjutinya ke gubernur, karena Sekda yang bertugas memberikan dukungan teknis, operasional dan lain-lain kepada gubernur, bukan asisten," tegas pengamat yang juga ketua LSM Budgeting Monitoring Watch (BMW).
Data yang diperoleh harianumum.com menyebutkan, nota dinas yang dikirimkan Reswan ke Anies bernomor 114/-1.709.21 dan diklasifikasikan sebagai nota penting.
"Sehubungan dengan Program Gerebek Kerja Bakti yang akan dilaksanaka pada hari Minggu tanggal 28 Januari 2018 pukul 07.00 WIB s/d 10.00 WIB, bersama ini saya sampaikan 6 (enam) usulan lokasi sebagai berikut," tulis Reswan dalam nota tersebut.
Amir menilai nota ini aneh, karena isinya laporan hasil rapat dan usulan lokasi pelaksanaan program yang dirapatkan.
"Jelas sekali kalau Reswan tak paham tata pemerintahan, karena dia memang tak pernah di pemerintahan," tegas Amir.
Ia pun menyarankan jika Anies ingin mengangkat seorang pejabat, hendaknya yang betul-betul berpengalaman sebagaimana diatur dalam PP No 11 Tahun 2016 tentang Manajemen ASN.
Berikut lokasi pelaksanaan Program Gerebek Kerja Bakti yang diusulkan Reswan:
1. RW 012 Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
2. Kampung Akuarium RW 04 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
3. Jalan Semeru Ujung Latumenten RT 09/010 Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat
4. Jalan Kayu Mas Raya RW 010, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur
5. Pulau Pramuka RT 001/04 Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu.
Untuk diketahui, Reswan baru menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Setda pada 10 Januari 2018. Sebelumnya ia menjabat sebagai Widyaiswara Madya Badan Pengembangan SDM DKI.
Hingga berita ini ditayangkan, dia belum dapat dikonfirmasi. (rhm)







