Jakarta, Harian Umum - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan Sudin SDA Jakarta Utara melakukan pengujian alat (commissioning test) terhadap empat pompa mobile di Kali Asin, Jalan Pluit Karang Barat, Penjaringan pada Kamis (17/12) siang. Pompa yang didatangkan dari negara Belanda itu dibeli memakai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, empat pompa mobile tersebut memiliki dua kapasitas. Masing-masing dua unit memiliki daya sedot 1.000 liter per detik, sedangkan dua unit lagi berkapasitas 350 liter per detik.
“Untuk pompa mobile berkapasitas 350 liter per detik dibeli seharga Rp 4 miliar per unit, sedangkan pompa mobile berkapasitas 1.000 liter per detik sekitar Rp 7 miliar,” kata Juaini Yusuf di Kali Asin, Jakarta Utara, Kamis (17/12).
Juaini mengungkap, pompa-pompa tersebut akan disiagakan khusus di Jakarta Utara, dikarenakan pihak yang membeli adalah Suku Dinas SDA Jakarta Utara. Nantinya, dua pompa ukuran 1.000 liter per detik akan disiagakan di Muara Angke.
“Di Muara Angke kan sekarang pompa stasioner yang wilayah timur itu ada 1.000 liter per detik, karena catchment area (daerah aliran sungai) bertambah, makanya untuk sementara kami bantu dengan pompa itu,” ujar Juaini.
Ia mengatakan, keberadaan alat tersebut menambah jumlah pompa mobile yang selama ini dimiliki DKI Jakarta mencapai 180 unit. Rencananya, Dinas SDA DKI Jakarta akan kembali membeli pompa mobile tersebut di tahun 2021 yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
“Tahun 2021 kami akan melakukan penambahan lagi pompa mobile karena memang lokasi di lima wilayah masih ada yang harus kami backup, jadi akan kami tambah lagi pompanya,” jelas Juaini.
Selain menyiapkan pompa mobile, pihaknya juga menyiapkan perbekalan lain di antaranya ratusan truk, ekskavator, pompa stasioner sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489 meter kubik per detik, 231 unit pintu air, dan 65 pompa apung dengan kapasitas 50 liter per detik dan sebagainya.
"Kami juga menyiagakan 8.000 personel satuan tugas di lima wilayah Jakarta untuk mengantisipasi adanya genangan dan banjir. Bahkan sejak Maret lalu kami mengeruk lumpur di kali, sungai, waduk, saluran dan sebagainya,” ujarnya.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Adrian Mara Maulana, mengatakan, nantinya total pompa di Muara Angke akan memiliki kapasitas 3.000 liter per detik. Sedangkan dua pompa lagi berkapasitas 350 liter per detik disiapkan untuk cadangan.
“Jadi pompa yang berkapasitas 1.000 liter per detik ini sifatnya hanya pengganti sementara pompa stasioner karena kapasitasnya besar,” ujar Adrian.
Dia menambahkan, keunggulan pompa tersebut memiliki daya sedot yang besar dan ketahanan yang baik. Dengan kapasitas yang besar, tentu bila terjadi genangan dapat ditangani dengan cepat.
“Tentu yang kami harapkan tidak ada genangan yang diakibatkan air rob, karena untuk wilayah Jakarta Utara sendiri trennya adalah air rob. Sangat jarang Jakarta Utara banjir, terutama karena kiriman dari hulu,” kata Adrian. (hnk)






