Jakarta, Harian Umum - Puluhan petugas pengawas Pemilu 2024 menghembuskan napasnya saat menjalankan tugas.
Petugas-petugas tersebut terdiri dari Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), Panitia Kelurahan/Desa (PKD), dan pengawas kecamatan (Panwascam).
"Sampai pekan ini ada penambahan sekitar 2 atau 3. Berarti sekitar 30 orang (petugas yang meninggal)," kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja kepada wartawan di Kantor DKPP, Jakarta, Senin (26/2/2024).
Ia menyebut, meninggalnya petugas-petugas tersebut karena faktor kelelahan, dan terkait santunan, di antara korban telah ada yang dalam tahap pemberian sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah.
“Nanti evaluasinya, kan kita selesaikan dulu PSU-nya (pemungutan suara ulang), rekapitulasinya, gitu,” kata dia.
Sebelumnya, .KPU mengatakan bahwa 90 petugas TPS meninggal selama gelaran Pemilu 2024, mereka terdiri dari petugas KPPS dan petugas keamanan di TPS.
“Sampai dengan saya menyampaikan informasi ini, Jumat 23 Februari, data yang kami terima dari teman-teman KPU provinsi, kabupaten/kota, petugas TPS yang meninggal ada 90 orang,” kata Ketua KPU, Hasyim Asyari di Media Center KPU, Jakarta, Jumat (23/2/2024).
Dari jumlah itu, 60 orang merupakan petugas KPPS dan 30 orang lainnya adalah petugas keamanan di TPS atau Linmas. Besaran santunan yang diberikan sebesar Rp 36 juta. (rhm)






