Jakarta, Harian Umum - Program pengecatan atap rumah warga di kawasan flyover Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang dilakukan Pempov DKI menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya, datang dari seorang arsitektur dari Jakarta.
Seorang Arsitek bernama Jimmy Alexander Turangan mengatakan pengecatan atap rumah yang telah rampung dilaksanakan Pemprov DKI tersebut salah lokasi sehingga menurutnya mubadzir. Ia mengungkapkan jika Pemprov ingin melakukan beautifikasi mestinya merubah tempat kumuh menjadi tempat cantik sehingga bisa dinikmati dalam keadaan seperti apapun.
"Saya menanggapi positif karya seni lukis dengan media beberapa atap rumah warga di Lenteng Agung, namun sayangnya Salah lokasi. Harusnya di daerah waduk Melati atau Kebon Kacang atau daerah kumuh tapi dekat gedung-gedung tinggi. Sehingga kemarin nampak mubazir karena salah lokasi," ungkap Jimmy melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Selasa (26/1/2021).
Jimmy menyesalkan terhadap pihak yang memberi masukan kepada Gubernur untuk memilih Lenteng Agung sebagai lokasi pelukisan model mural tersebut. Ia berpandangan, lukisan mural mestinya di lakukan pada dinding tembok agar orang dapat melihat dari berbagai sudut pandang. Menurutnya, jika mediasi mural menggunakan atap rumah, maka pemandangan tersebut baru bisa dinikmati dalam posisi di ketinggian.
"Saya nggak paham penggagas ide ini kenapa memilih di Lenteng Agung untuk dijadikan media karya seni tersebut, karena daerah tersebut tidak berkontur sebagaimana karya-karya sejenis di beberapa lokasi lain baik dalam maupun luar negeri," ungkap mantan anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra tersebut.
"Karya lukisan seperti itu biasa disebut Mural dengan kebanyakan medianya itu dinding tembok yang pastinya karya tersebut harus bisa dilihat atau dinikmati orang dari berbagai sudut pandang. Dan jika medianya atap rumah ya brarti harus bisa dinikmati dari ketinggian dengan mata telanjang tentunya," lanjutnya.
Jimmy menyebut karya seni mural atap rumah seperti di Lenteng Agung harusnya dibuat di daerah padat pemukiman. Ia menyontohkan daerah Sudirman atau tempat yang terdapat gedung-gedung tinggi.
"Oleh karena itu karya seni tersebut akan lebih menarik jika dibuat di daerah pemukiman padat sekitar sudirman atau tempat lainnya yang dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi. Karena hanya dari situ tempatnya untuk menikmatinya dengan mata telanjang," pungkasnya.





