JAKARTA, HARIAN UMUM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku khawatir dengan rembesan air dari tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat akan menyebabkan kerusakan seperti tahun 2013 lalu hingga akhirnya banjir besar menjangkau Sudirman-Thamrin kala itu.
"Di tempat itu pada hari Rabu (1/1) kemarin mulai ada rembesan. Kita ingat pernah terjadi kerusakan di tempat itu dan efeknya luar biasa," kata Anies di Jakarta.
Namun upaya antisipasi sudah dilakukan dengan melakukan penambahan penguatan, sehingga diharapkan hal-hal yang tidak diinginkan tidak diinginkan.
"Dan kami berharap justru dengan adanya langkah-langkah itu, kita terhindar dari bencana lebih besar. Tetapi kita lihat tadi permukaan air sudah jauh lebih rendah sekarang," ucap Anies.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan, tanggung jawab Pemprov DKI hanya sebagian kecil untuk menangani tanggul Latuharhari dan sungai yang melintasinya termasuk dari 13 kawasan sungai.
"13 sungai besar itu tanggung jawab pemerintah pusat. Sementara Pemprov sisanya yang kecil," kata Juaini saat dihubungi.
Meski demikian, untuk perencanaan sarana dan prasarana sistem pengendalian banjir sistem aliran barat, Pemprov DKI tetap menganggarkan Rp1 Milyar dalam APBD DKI tahun 2020.
"Sementara untuk penanggulangan banjir pada 2020 mendatang kita anggarkan Rp700 miliar," katanya.
Diketahui, banjir melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi.
Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir tersebut terutama untuk membantu ribuan orang yang harus mengungsi. (Zat







