Jakarta, Harian Umum - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengakui kalau penerapan work from home (WFH) terhadap 50% aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sejak 21 Agustus 2023 lalu belum berdampak signifikan untuk memperbaiki kualitas udara.
"Karena memang WFH-nya masih 50 persen dan hanya dilakukan oleh ASN DKI dan ini belum menyentuh juga kepada ASN kementerian dan lembaga (Jadi) memang terlihat atau dirasakan dampaknya tidak signifikan," kata Asep kepada wartawan di Hotel Ayana, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2023).
Ia berharap, WFH juga bisa diterapkan oleh kementerian dan swasta untuk ikut berkontribusi menekan polusi udara yang hingga kini kualitasnya masih buruk.
"Baik kementerian mau pun usaha yang memang usahanya atau sebagian dari karyawannya bisa melakukan kegiatan bekerja dari rumah, itu dapat menerapkan WFH, sehingga memang pengurangan sisi dari transportasi pun bisa dirasakan," katanya.
Asep sekali lagi mengakui kalau sektor transportasi dan kemacetan memiliki kontribusi yang cukup besar bagi polusi di Jakarta.
Seperti diketahui, Pemprov DKI menerapkan WFH untuk mengatasi polusi yang membuat kualitas udara menjadi buruk, dan untuk mengatasi kemacetan di titik-titik di sekitar lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN pada 4-7 September 2023. WFH ini berlangsung selama tiga bulan hingga 21 Oktober 2023.
"WFH tidak berlaku bagi ASN di sektor kwsehatan seperti di rumah sakit, sekolah dan pelayanan. (man)







