Jakarta, Harian Umum - Polda Metro Jaya, Senin (26/5/2025), memeriksa Pakar Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar terkait laporan Joko Widodo alias Jokowi yang merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya karena ijazahnya disebut palsu.
"Hari ini penyidik Direskrimum memeriksa RS terkait laporan Bapak Jokowi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada pers, Senin (26/5/2025).
Rismon tiba di Polda Metro sekitar pukul 10:00 WIB dengan didampingi istri dan pengacaranya.
Hingga pukul 16:30 WIB Rismon belum keluar dari ruang penyidik.
Menurut salah satu pengacaranya, Syamsir Jalil, ada sekitar 40 pertanyaan yang diajukan kepada kliennya, terutama soal podcast pribadinya.
Seperti diketahui, Rismon punya akun YouTube bernama Balige Academy. Podcast-podcastnya yang ditayangkan di akun itu banyak yang mengguncang perhatian publik, terutama ketika dia mengungkap hasil analisis terhadap jenis huruf yang digunakan di ijazah dan skripsi Jokowi
Ia mengungkap, ijazah dan cover skripsi Jokowi menggunakan jenis huruf Times New Romans yang baru dirilis tahun 1992, sementara Jokowi dinyatakan lulus dari UGM tahun 1985.
Ia juga mengungkap bahwa nama dosen pembimbing skripsi itu yang disebut Jokowi bernama Kasmudjo, tidak ada di skripsi Jokowi, karena yang ada adalah nama Prof Dr Ahmad Soemitro.
Dia juga mengungkap kalau skripsi Jokowi tanpa ada lembar pengesahan, sehingga atas semua yang ia temukan, ia meyakini ijazah Jokowi palsu.
Ia juga sempat menguji foto di ijazah Jokowi dengan menggunakan beberapa software, dan hasilnya wajah di foto itu tidak cocok dengan wajah Jokowi, dan lebih cocok dengan wajah seorang pria bernama Dumatno Budi Utomo, saudara Jokowi.
Yang menarik, saat Jokowi melapor pada 30 April 2025, pengacaranya menyebut ada lima orang yang dilaporkan, yakni yang berinisial RS, RS, ES, K dan T.
Namun, ketika Wakil Ketua TPUA Rizal Fadillah diklarifikasi atas laporan itu pada 15 Mei 2025, juga saat Roy Suryo diklarifikasi pada tanggal 16 Mei 2025, terungkap kalau dalam laporan Jokowi tidak ada terlapornya.
"Terlapor masih berstatus Lidik," kata Rizal Fadillah.
Selain Rismon yang diperiksa hari ini, dan Rizal Fadillah serta Roy Suryo ada 15 dan 16 Mei 2025, Polda juga telah memeriksa Merry Samiri, Kurnia Tri Royani, dan Rustam Effendi dari TPUA. (rhm)


