Jakarta, Harian Umum- Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, membeberkan hasil survei setelah debat Pilpres 2019 yang digelar KPU di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (17/1/2019) lalu.
Hasilnya, hanya tersisa 9,4% responden yang masih belum menentukan pilihan pada Pilpres 7 April 2019 mendatang, dari semula mencapai 25,2%.
"Setelah debat, alhamdulillah ada kepastian. Tadinya ada 25,2% yang belum menentukan pilihan. Setelah menonton debat, turun jadi tinggal 9,4%," katanya saat diskusi bertema Panggung Dramaturgi Debat Capres di Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).
Ia menjelaskan, dari hasil survei itu diketahu, ada 44,4% responden yang menyatakan ide-ide kedua kubu pasangan Capres-Cawapres oke, meski mereka mengaku baik pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma'ruf Amin maupun pasangan nomor urut 2 Prabowo-Sandi, tidak memiliki hal yang baru untuk disampaikan. Hal ini terlihat karena 61,3% responden menilai Jokowi-Ma'ruf tidak memiliki hal yang baru untuk dibicarakan, smentara 54,1% responden menyatakan hal yang sama untuk Prabowo-Sandi.
Untuk penilaian personal, responden menilai Jokowi lebih unggul karena dipilih 55%, sementara Prabowo hanya dipilih 32,3%.
Soal performa kedua capres, kedua Paslon sama-sama meraih sekitar 11%.
"Jadi, secara keseluruhan, secara kasat mata kemarin Jokowi unggul," ujarnya.
Untuk kategori cawapres, Sandiaga Uno memang dengan 72,5% suara, sedang Ma'ruf Amin hanya memperoleh 20,6% suara responden.
"Minimnya pidato kampanye Ma'ruf dan hanya menjawab pertanyaan dengan tema terorisme, mungkin merupakan strategi kampanye pasangan calon nomor 01," kata Hendri tentang rendahnya jumlah pemilih Ma'ruf.
Namun ia juga menggarisbawahi Jokowi yang tampil berbeda dibandingkan saat tampil sebagai Capres di debat Pilpres 2014.
"Emosi (Jokowi) ada dan percaya diri, nyinyirnya juga ada. Cuma pak Prabowo saya pikir terlalu sopan kemarin," jelasnya.
Padahal, ia menyebut, sebenarnya Prabowo bisa melakukan serang balik tapi hal itu tidak dilakukan.
"Ini menjadi catatan penting buat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bahwa kalau tampilan Prabowo tetap sama di debat-debat berikutnya, maka ia susah akan mengalahkan pejawat," imbuhnya.
Karenanya, Hendri meminta BPN memberikan edukasi kepada Prabowo agar berani menyerang lawan politiknya dengan isu aktual, dan di sisi lain ia ia meminta Jokowi mengurangi nyinyirannya.
"Ingat, Anda (Jokowi) dipilih sebagai presiden di Pilpres 2014 karena lebih sederhana, blusukan ke rakyat," tegasnya.
Survei dilakukan dengan menargetkan 2.499 responden di seluruh Indonesia dan dibagi dua surveinya, yakni pradebat dan pascadebat. Tujuannya untuk mengetahui respons responden sebelum debat dan setelah debat dilakukan.
Namun, dari target tersebut hanya 463 responden yang bersedia ditelepon dengan margin of error meningkat menjadi 4,5%. (rhm)







