Surabaya, Harian Umum - DPP PDI Perjuangan memecat Achmad Hidayat, kader yang aktif di DPC PDIP Surabaya, dari keanggotaan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut karena berkunjung ke kediaman Joko Widodo (Jokowi).
Tak hanya sowan, setelah bertemu Jokowi, Achmad mengusulkan agar keanggotaan Jokowi di PDIP, direhabilitasi.
Keputusan Megawati memecat Achmad dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/2026 tentang Pemecatan Achmad Hidayat. Surat itu diteken Megawati dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta pada 4 September 2026.
"Bahwa tindakan Sdr. Achmad Hidayat melakukan kunjungan ke rumah Joko Widodo, dan beberapa hari kemudian membuat pernyataan agar Partai mempertimbangkan rehabilitasi kepada Joko Widodo sebagai kader PDI Perjuangan yang telah dipecat, merupakan tindakan yang bukan menjadi kewenangannya dan merupakan bentuk pembangkangan terhadap Keputusan Partai," kata Megawati dalam SK tersebut dikutip dari detikJatim, Senin (14/9/2026).
Selain urusan kunjungan tersebut, SK DPP PDIP juga mencantumkan sejumlah pelanggaran kode etik lain berdasarkan klarifikasi Komite Etik dan Disiplin pada 26 Agustus 2026.
Achmad yang mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya itu dinilai terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan, penguasaan dokumen partai tanpa izin, hingga tindakan intimidatif terhadap pengurus partai.
Lewat SK ini, DPP PDIP mencabut seluruh hak dan kewenangan Achmad Hidayat serta melarang keras yang bersangkutan menggunakan nama, lambang, atribut, maupun fasilitas yang mengatasnamakan PDI Perjuangan.
Saat dikonfirmasi, Achmad Hidayat membenarkan pemecatan dirinya karena bertamu ke rumah Jokowi dan mengunggah foto ke media sosialnya. Ia mengaku kunjungannya tersebut dilakukan pada bulan Juli.
"Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli. Hanya silaturahim, lalu saya posting di Instagram. Nah, tidak lama setelah itu, bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP, sehingga saya dipanggil oleh DPP," ujar Hidayat. (man)







