Jakarta, Harian Umum - Satu orang ditangkap dalam kericuhan di DPR, Kamis (22/8/2024), saat ribuan orang yang berasal dari berbagai elemen, seperti mahasiswa, pelajar, buruh, aktivis, dan emak-emak menggelar aksi besar-besaran untuk memprotes revisi UU Pilkada.
Revisi itu ditengarai bertujuan untuk menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60 dan 70/PUU-XXII/2024.
Putusan MK Nomor 60 menurunkan ambang batas pengusungan calon di Pilkada dari 25% suara Pileg atau 20% kursi di DPRD menjadi 6,7-10% kursi di DPRD, sementara putusan MK Nomor 70 membatalkan putusan Mahkamah Agung yang mengubah syarat usia Cagub/Cawagub dari 30 tahun saat ditetapkan sebagai calon peserta Pilkada, menjadi 30 tahun saat dilantik sebagai pemenang Pilkada
Pantauan harianumum.com terlihat, penangkapan terjadi setelah mahasiswa menjebol pagar DPR di sebelah kanan pintu gerbang.
Sempat terjadi adu urat leher antara mahasiswa yang menjebol pagar itu dengan yang tidak, karena yang menjebol pagar mengajak segera masuk ke DPR, tetapi yang tak ikut menjebol menolak dengan alasan aksi mereka aksi damai, bukan cari mati.
Jengkel, yang menjebol pagar akhirnya merangsek masuk dan terjadi bentrok dengan aparat kepolisian. Di antara yang menjebol pagar dan merangsek masuk DPR terlihat remaja bercelana abu-abu, menunjukkan mereka siswa SMA atau SMK atau mungkin STM.
Tak hanya menjebol pagar, mahasiswa juga mencabuti bilah-bilah baja di pintu gerbang DPR, dan membuang bilang-bilah yang dicabut itu ke dalam dan luar pagar.
Setelah beberapa kali bentrok, mahasiswa dan pelajar bernegosiasi agar bentrok tidak terulang, tetapi perdamaian di antara kedua pihak itu hanya sebentar,. karena setelah itu bentrok lagi gara-gara ada yang melempari baru dan botol air mineral dari luar pagar.
Kemudian, sejumlah mahasiswa terlihat mendatangi bilah-bilah baja dari pintu gerbang yang dibuang ke dalam pagar DPR, dan dilihat sejumlah aparat TNI bertameng dan membawa alat pemukul.
Tak ayal, aparat TNI yang berjumlah beberapa orang itu berteriak dan menyerbu ke para mahasiswa tersebut, tetapi seorang tertangkap dipukuli beramai-ramai. Polisi datang untuk menyelamatkan mahasiswa itu, dan si mahasiswa diseret serta digotong ke arah gedung DPR.
Hingga berita diturunkan, belum.diketahui bagaimana nasib mahasiswa itu. (rhm)


