Bojonegoro, Harian Umum - Pembina DPD Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Bojonegoro yang juga owner PT Laskar Buah Indonesia, H Muhadi, membagikam strategi kesuksesannya berbisnis dalam Bojonegoro Business Series #01 bertajuk Strategi Membangkitkan Bisnis 2024 di Gedung Islamic Centre, Bojonegoro, Jawa Timur, , Sabtu (2u0/1/2024).
Acara ini diselenggarakan oleh DPD IIBF Bojonegoro dan IIBF Pusat.
Muhadi adalah pengusaha yang hampir bangkrut dan terlilit utang hingga Rp4 miliar, tetapi kini telah sukses dan memiliki 400 gerai Laskar Buah dan bisnis lainnya, di antaranya ritel dengan brand bernama "Bazar".
" Untuk sukses berbisnis saratnya nekat, berani tarung, wani (berani) kalah," katanya.
Ia mengakui siapapun yang pernah berbisnis, pasti pernah mengalami kegagalan, harus susah payah membangun usaha, dan pernah jatuh bangun dalam mengelola usaha tersebut.
Muhadi mengakui, itulah yang pernah ia alami. Ia bahkan pernah terlilit utang hingga Rp4 miliar.
"Saya berutang untuk "senang-senang", seperti beli tanah, bangun rumah .. Setelah kenal IIBF, saya belajar tentang fundamental bisnis dan ilmu utang. Alhamdulillah, usaha kemudian dapat berkembang dan utang bisa dilunasi," katanya.
Ia.mengakui, IIBF tidak melarang berutang, tapi dilarang berutang Riba karena ajaran Islam mengharamkan riba.
Selain hal tersebut, Muhadi juga membagikan strateginya bangkit dari keterpurukan dan menjadi pengusaha sukses.
1. Tentukan target market.
Menurut dia, target market penting untuk ditetapkan, karena dengan adanya target itu, kita tahu apa saja yang perlu dilakukan.
"Untuk buah, di Bojonegoro marketnya kalangan menemgah bawah. Target market ini luas dan banyak, tetapi butuh diedukasi," katanya.
2. Tentukan kompetitor.
Dengan menentukan dan memetakan pesaing, menurut Muhadi, pengusaha dapat mengenali musuh, dan termotivasi untuk mengalahkannya.
3. Tentukan value
Untuk strategi yang ini, Muhadi menyarankan pengusaha memiliki vekue atau nilai yang lebih dari kompetitor.
"Karena itu, tentukan kompetitor dan kenali dengan baik, sehingga kita dapat menentukan value kita dan menetapkannya lebih tinggi dari kompetitor," katanya.
Ada tiga narasumber dalam workshop, dua lainnya adalah Presiden IIBF Heppy Trenggono dan pengusaha properti yang juga vice presiden IIBF H Sutrisno.
Heppy membeberkan tentang pentingnya membangun karakter dalam berbisnis, bahkan dalam bernegara, sementara Sutrisno memaparkan tentang strategi untuk keluar dari kondisi di mana seseorang tidak mengalami pertumbuhan, sementara orang lain dapat tumbuh dengan pesat.
Ilmu yang dibagikan Sutrisno di antaranya adalah bahwa setiap orang harus punya kecakapan dalam berkomunikasi, baik komunikasi kepada Allah (communication to Allah), komunikasi kepada diri sendiri (self communication) , dan komunikasi kepada orang lain (communication to other). (rhm)







