Jakarta, Harian Umum - kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah jelang penutupan perdagangan sesi satu, Senin (19/10/2026) siang, meski dibuka menguat.
Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 11:39 WIB, rupiah berada di posisi Rp18.045/dolar AS karena terkoreksi 18 poin atau 0,10%.
Rupiah dibuka menguat tipis 0,006% ke Rp18.026/dolar AS dari penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026) yang berada di level Rp18.027/dolar AS.
Hari ini sebagian besar mata uang negara-negara ASEAN cenderung terpuruk dengan pelemahan terbesar dialami Baht Thailand yang longsor hingga 0,36%, disusul Dolar Taiwan yang terkoreksi 0,31% dan Peso Filipina yang melemah 0,17%.
Won Korea dan Rupee India menguat 0,16%,sementara Yuan Chin menguat 0,07%.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan hari ini.
Tekanan berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina.
“Dari dalam negeri, sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta proses dengar pendapat (hearing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pelaku pasar. Namun, sentimen tersebut dinilai belum cukup untuk meredakan tekanan terhadap rupiah,” kata Lukman, Senin (19/10/2026).
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100/dolar AS sepanjang hari ini. (rhm)


