JAKARTA, HARIAN UMUM - Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM) Abraham Lunggana mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pemuda Panca Marga melalui Musyawarah Nasional (Munas) X yang berlangsung di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat.
Lulung sapaan akrab Abraham Lunggana mengutarakan dua alasan dia mengundurkan diri dari PPM. Pertama, dia ingin konsentrasi di DPR -RI setelah terpilih dalam Pileg 2019 lalu. Selain itu dia ingin menghindari terjadinya friksi-friksi antara PPM dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Ia menduga memang ada oknum di LVRI yang memang tidak meinginkan dirinya menjabat Ketua Umum PPM.
"Meski dengan rasa berat hati meninggalkan kawan-kawan di PPM, termasuk pengurus Markas Daerah di 34 provinsi yang hingga saat ini masih solid mendukung, saya menyatakan mundur. Terima kasih kepada seluruh jajaran PPM di Indonesia," ujar Lulung, penuh keharuan di lokasi Munas X PPM, Kamis (5/9/2019) malam.
Pelaksanaan Munas X tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Edi Setyo Budi Santoso.
Lulung sapaan akrab Abraham Lunggana menjabat sebagai Ketua Umum PPM melalui Munas VIII untuk masa bakti 2011-2015. Kemudian, Lulung kembali terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode kedua melalui Munas IX dengan masa bakti 2016-2020.
Lulung mengungkapkan, selama menjabat sebagai Ketum PPM, diduga LVRI kerap melakukan intervensi organisatoris. Padahal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga antara PPM dan LVRI adalah berbeda.
"Kami menduga kuat pengurus Mada PPM juga diintimidasi untuk tidak mengakui saya sebagai Ketua Umum melalui surat resmi. Bahkan, LVRI berencana menggelar Munaslub PPM, sangat tidak bisa dipahami. Munaslub itu sepertinya untuk lucu-lucuan saja karena legalitasnya patut dipertanyakan," terangnya.
Lulung berharap, kepemimpinan PPM ke depan mampu melakukan rekonsiliasi atau pendekatan dengan baik dengan LVRI yang juga menjadi pembina PPM. Namun, jika hal itu tidak bisa dicapai dengan jalan musyawarah, tentu akan memungkinkan adanya langkah-langkah lanjutan.
"Saya ini jelas sudah didzolimi, dipresekusi, dan ada character assasination. Tapi, saya ingin PPM dan LVRI tetap rukun dan guyub," ungkapnya.
Sementara, Ketua Mada PPM Kalimantan Barat, Aris menuturkan, seluruh Mada PPM masih menginginkan organisasi tersebut dipimpin Haji Lulung. Sebab PPM semakin solid, kompak dan sangat merasa enjoy dengan kepemimpinannya.
"Beliau tidak hanya sekadar pemimpin, tapi juga bisa menjadi sahabat yang baik bagi kami. Sepak terjangnya sangat bagus. Kami sebetulnya justru mendukung kalau ada anggota PPM yang bisa terjun ke dunia politik dan berhasil," ucapnya.
Ia menambahkan, atas keinginan seluruh MADA PPM yang menilai pelaksanaan Munaslub yang digelar di hotel Grand Cempaka tidak sesuai AD/ART organisasi, pihaknya akan menggeruduk lokasi tersebut. "Kami siap menggeruduk pelaksanaan Munaslub," tandasnya. (Zat)






