Jakarta, Harian Umum - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meminta Anies Baswedan-Sandiaga Uno berani menciptakan "kegaduhan konstruktif" dalam 100 hari kerjanya pasca dilantik, Senin (16/10/2017).
"Kegaduhan konstruktif itu baik karena dapat membenahi apa-apa yang dinilai tidak benar pada pemerintahan sebelumnya," kata dia, Sabtu (14/10/2017), dalam dialog bertajuk "Pemimpin Baru Jakarta" di Cikini, Jakarta Pusat.
Salah satu persoalan yang harus dibereskan, menurut mantan Aster KASAD berpangkat mayor jenderal (Mayjen) ini, adalah soal sertifikat lahan Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW) yang diserahkan PT Agung Podomoro Land (Tbk) kepada Pemprov DKI, yang diduga bodong.
"Anies bisa kirim surat ke BPN, lalu lakukan kajian, hearing, dan kalau terbukti bodong, maka batalkan," katanya.
Prijanto menegaskan kalau kasus yang melibatkan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini memang tak boleh dibiarkan karena bisa jadi beban bagi Anies-Sandi maupun Pemprov DKI ke depan.
"Lagipula saya rasa nggak ada orang yang mau terima (diwarisi, red) mobil bodong," kilahnya.
Seperti diketahui, lahan Taman BMW merupakan lahan sengketa yang melibatkan sejumlah warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan sebanyak enam bidang itu, dengan PT Agung Podomoro Land. Di lahan itu akan dibangun stadion sepakbola sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yang dibongkar karena menjadi stasiun MRT.
Dalam kasus yang mulai meledak pada September 2012 itu, melalui Ahok, lahan dapat disertifikatkan dan diserahkan ke Pemprov DKI meski sengketa belum tuntas dan lahan-lahan itu masih atas nama warga yang memilikinya. (rhm)







