Jakarta, Harian Umum - Presidium Forum Negarawan (FN) Eko Sriyanto Galgendu menduga bahwa ada sebuah konspirasi gelap di balik investasi PT Makmur Elok Graha (MEG) di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, yang akan direalisasikan melalui proyek Rempang Eco-City.
"Telik sandi memantau permasalahan pulau Rempang, ada terindikasi benturan perebutan kekuasaan para bandar besar yang sudah lama berkuasa di wilayah Pulau Batam dan sekitarnya," kata Eko di kantornya di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2023).
Apa yang disampaikan pria yang dikenal sebagai sahabat keluarga besar Presiden Jokowi ini merupakan bagian dari isi surat terbuka yang ia tulis sendiri, dan ditujukan kepada Presiden Jokowi.
Surat itu diberi judul "TELIK SANDI KONSPIRASI INVESTASI TERSELUBUNG DI PULAU REMPANG DAN KEWASPADAAN NASIONAL".
Eko menjelaskan, surat itu ia buat karena prihatin pada adanya conflict of interest yang terjadi di Pulau Rempang, karena kasus itu membuat adanya pejabat yang menurut dia telah mengeluarkan statemen yang tak pantas.
Bahkan, katanya, ada pejabat yang menyampaikan statement, tetapi kurang paham pada duduk permasalahan yang sebenarnya.
"Conflict of interest ini yang menjadikan para pejabat dan aparat dipakai, bahkan diadu domba, untuk kepentingan bandar besar. Dan mejebak para pejabat serta aparat pada kepentingan bandar besar yang mereka dukung," katanya.
Dalam surat terbuka yang dibacakannya di hadapan wartawan dan Youtuber itu, Eko menjelaskan, masuknya PT MEG yang disebut- sebut merupakan anak perusahaan PT Artha Graha Network (AG Network), perusahaan milik Tommy Winata, yang disebut-sebut sebagai satu dari 9 Naga, dan bekerjasama dengan Xinyi Glass Holdings Ltd untuk mendirikan pabrik produsen kaca nomor 2 terbesar di dunia setelah yang di China dengan investasi mencapai Rp387 triliun hingga 2080, membuat para bandar besar di wilayah Batam curiga pada kepentingan besar lain di balik investasi tersebut.
"Jadi, yang memicu benturan di Rempang sebenarnya bukan masalah investasi dari Xinyi Glass Holdings Ltd, tetapi konspirasi gelap di balik investasi tersebut. Konspirasi gelap dimaksud adalah perebutan penguasaan kekuasaan atas penyelundupan internasional, jaringan narkoba internasional, perjudian internasional, jaringan miras internasional, serta tempat hiburan dan prostitusi," bebernya.
Ia menegaskan, Investasi terselubung ini yang perlu diwaspadai. Karenanya, pemerintah mesti waspada dan hati-hati.
"Keputusan Menko Perkonomian menjadikan Proyek Rempang Eco - City sebagai Proyek Strategi Nasional (PSN) mesti dikaji ulang dan ditunda pelaksanaannya. Jangan tergiur oleh investasi besar, tetapi masih terindikasi muatan gelap dan konflik," kata Eko lagi.
Ia mengingatkan, jika proyek Rempang Eco - City tetap dijadikan Proyek Strategis Nasional, dan kemudian statusnya disalahgunakan untuk kepentingan yang lain, maka akibatnya akan lebih fatal. Apalagi jika ada kerjasama kejahatan internasional yang melibatkan negara asing, karena akan dapat mengarah kepada politik internasional dan keamanan negara.
'Maka, surat terbuka telik sandi dengan kode Kewaspadaan Nasional ini kami tujukan kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Rakyat Indonesia supaya menjadi waspada dan hati- hati dengan program konspirasi investasi terselubung di semua tempat di Indonesia," katanya.
Eko menegaskan, konspirasi terselubung tersebut akan menjadi bom waktu, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.
"Kami berharap Bapak Joko Widodo tidak tutup mata dan tutup telinga dengan segala kejadian yang tidak baik di Republik ini supaya tidak ada tuduhan terlibat dengan berbagai konspirasi gelap yang ada. Terima kasih," kata Eko di ujung surat terbukanya. (rhm)







