Jakarta, Harian Umum - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan saat ini keamanan negara dalam kondisi rapuh. Sebab enurut Prabowo, anggaran untuk keamanan masih minim dan alat utama sistem senjata (alutsita) masih kurang canggih dibanding negara lain. Hal itu disampaikan Prabowo saat menjawab pernyataan soal keamanan dan alutsita pada acara debat Capres keempat di Hotel Sangrila, Sabtu (30/3/2019).
"Kekayaan suatu negara kalau tidak dijaga dengan sistem keamanan kuat akan sulit. Karena yang kuat akan berbuat senaknya yg lemah akan menderita. Pertahanan lemah karena kita tak punya uang. Penyebabnya karena keuangan dan harta tidak tinggal di Indonesia. Karena itu kita lemah. Apa kita tidak sadar, kita diejek bangsa lain. Maka kita harus tingkatkan anggaran pertahanan. Kita harus hentikan kebocoran, kurangi korupsi, rubah sitem sehingga kekayaan tidak mengalir keluar negri. Ini masalah inti," katanya.
Prabowo kembali menekankan masih lemahnya masalah keamanan. "Kiya bersama bertanggung jawab. Untuk masalah keamanan, saya permasalahkan anggapan bahwa kondisi pertahanan sudah memadai. Apalagi pembiayaan untuk masalah keamanan baru 5 persen dari APBN. Mungkin kita harus lihat saat beli alat pertahanan, kita harus jenis kapal selamnya. Kemampuan kapal perang saat ini masih terbatas apabila dibandingkan dengan kapal selam milik Singapura. Jenis kapal selam milik mereka sudab bisa meluncurkan peluru dari laut," urai Prabowo.
Dengan pertahanan lemah tersebut, menurut Prabowo akan sangat membahayakan apabila ada negara lain berniat melakukan invasi. "Saya katakan sekali lagi pertahanan negara masih lemah. Kalau ada tentara asing dikirim ke sini, saya katakan posisi sangat lemah. Dan itu akibat elit," tegas Prabowo. (Zat)







