Manchester, Harian Umum - Kepolisian Manchester, Inggris, sedang mengusut kasus dugaan rasisme yang dialami striker Manchester City, Raheem Sterling.
"Sang pemain dilaporkan telah ditendang dan dilecehkan dengan kata-kata berbau rasis menjelang laga melawan Tottenham Hotspur di Stadion Etihad, akhir pekan lalu," demikian dilansir Telegraph, Selasa (19/12/2017).
Sterling diduga diserang secara rasis oleh seorang pria ketika tiba di markas City untuk melakukan persiapan jelang pertandingan kontra Spurs.
Media itu mengabarkan, kejadian yang dialami Sterling itu terekam CCTV di Stadion Etihad, dan Kepolisian Manchester (GMP) mulai menanyai orang-orang yang kemungkinan mengetahui kejadian itu, sementara Sterling sendiri dikabarkan baru melaporkan kejadian yang dialaminya itu pada Senin (18/12/2017), setelah berkonsultasi dengan pejabat klub.
Terkait masalah yang dialami pemainnya ini, manajemen City belum berkomentar apa pun, namun diyakini akan memberikan rekaman CCTV itu kepada polisi.
Saat diserang secara rasis, Sterling diduga dipanggil dengan sebutan yang merujuk pada warna kulitnya oleh si pelaku yang tampaknya memang telah menunggu pemain 23 tahun itu saat akan memasuki ruang tempat latihan.
Ketika Sterling keluar dari mobil, pria itu menendang kakinya.
Sterling sendiri dilaporkan tidak mengenal pria itu.
Kick It Out, organisasi kesetaraan sepak bola dan inklusi, telah menawarkan dukungan mereka kepada Sterling dan dengan cepat mengutuk dugaan insiden tersebut. Kick It Out mendapat informasi adanya serangan rasis kepada Sterling sebelum pertandingan Liga Primer melawan League melawan Hotspur, pada Sabtu.
"Sejak saat itu, organisasi tersebut telah melakukan kontak dengan Manchester City untuk menawarkan dukungannya kepada Raheem dan klub,” kata organisasi itu.
Seperti diketahui, dalam laga kontra Spurs, Sterling mencetak 2 gol, sehingga City unggul 4-1 dan makin kokoh di puncak klasemen Liga Primer Inggris musim ini. (man)







