Jakarta, Harian Umum - Polisi menangkap tiga tersangka tewasnya pelajar di Kota Bogor akibat dipaksa duel ala gladiator. Mereka adalah B, M, dan R. Salah satu tersangka B adalah tersangka utama.
"Tersangka B yang ditangkap di Yogyakarta adalah tersangka utama,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Bogor Kota Komisaris Ahmad Choiruddin, Kamis, 21 September 2017.
Menurut Ahmad, pemeriksaan terhadap para tersangka masih di dalami. Pemeriksaan ini untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam duel maut pada 2016 itu.
"Kronologi persisnya juga masih kami dalami,” ujarnya.
Ahmad menerangkan tersangka M saat ini sudah menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Dalam duel ala gladiator itu, dia diduga berperan sebagai wasit. Sedangkan untuk tersangka R, penyidik masih menyelidiki perannya.
"Kami masih mengejar sejumlah pelaku lain yang diduga sudah kabur," tuturnya.
Tersangka Utama Didampingi 13 Pengacara
B, tersangka utama kasus duel ala gladiator di Bogor, akan didampingi oleh 13 orang pengacara. Parsiholan, kuasa hukum B, mengatakan untuk sementara ada 13 orang kuasa hukum yang akan mendampingi B, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Iya saat ini dari 13 orang dari PBH Peradi Cibinong untuk mendampingi hanya satu tersangka B ini saja," kata Parsiholan di Polresta Bogor, Kamis 21 September 2017.
Dia mengatakan, kliennya dijemput oleh petugas Reserse Kriminal Polresta Bogor, di rumah neneknya di Sleman, Yogyakarta.
"Dia memang saat ini tinggal di sana dan sudah sekolah di Yogyakarta," kata dia.
Tersangka utama duel ala gladiator ditangkap langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Ahmad Choirudin dan Kasubnit OpsnalPolresta Bogor Kota Inspektur Dua Bonaldi. "Tersangka dibawa ke Polresta Bogor Kota menggunakan pesawat didampingi oleh pamannya," kata Choirudin.
Korban yang tewas dalam duel maut itu adalah Hilarius Christian Evant Raharjo, siswa kelas X SMA Budi Mulya Kota Bogor. Hilarius dipaksa seniornya untuk bertarungsatu lawan satu dengan seorang siswa SMA Mardi Yuana. Duel antar siswa kelas X dua SMA di Kota Bogor itu menjadi tradisi tahunan yang disebut bom-boman.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, perut Hilarius mendapat pukulan keras dan mengenai bagian vital. Saat Hilarius jatuh terkapar, dia tetap mendapat kekerasanfisik. Berdasarkan hasil autopsi sementara, memang ditemukan kejanggalan pada beberapa organ dalam yang diduga hantaman benda tumpul.







