Jakarta, Harian Umum - Pemerintah menetapkan tarif listrik pada kuartal II-2026 (April-Juni) tidak mengalami kenaikan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
"Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri, setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, penetapan tarif listrik mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero), di mana evaluasi tarif untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan.
Penyesuaian tarif tersebut mempertimbangkan sejumlah parameter ekonomi, seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, serta harga batu bara acuan (HBA).
Untuk kuartal II-2026, parameter yang digunakan berasal dari realisasi periode November 2025 hingga Januari 2026, yakni kurs Rp 16.743,46 per dollar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 62,78 dollar AS per barel, inflasi 0,22 persen, dan HBA sebesar 70 dollar AS per ton.
Secara perhitungan, tarif listrik sebenarnya berpotensi mengalami perubahan. Namun, pemerintah memilih menahannya guna menjaga daya saing industri, daya beli masyarakat, serta stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global. Tidak hanya untuk pelanggan non-subsidi, pemerintah juga memastikan tarif bagi 25 golongan pelanggan bersubsidi tetap tidak berubah.
Kementerian ESDM pun turut meminta PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Lebaran. PLN juga didorong meningkatkan kualitas layanan serta efisiensi operasional agar pasokan listrik tetap andal dan berkelanjutan.
"Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional," kata Tri. (man)


