Jakarta, Harian Umum- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi diduga memanfaatkan kedekatannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri sebagai modus untuk mendapatkan uang Rp3,25 miliar dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Zaini Ismail.
"Pak Pras (panggilan akrab Prasetio) mengaku dekat dengan Ketum PDIP Ibu Megawati," ujar kuasa hukum Zaini, William Albert Zai kepada harianumum.com via telepon, Selasa (8/5/2018).
Seperti diberitakan sebelumnya, Pras mendapatkan uang itu dengan mengiming-imingi korban dapat diangkat menjadi Plt Gubernur Riau, atau jabatannya sebagai Sekda akan dipertahankan.
Yang terjadi kemudian, korban dicopot dari jabatan Sekda dan kini non-job.
Korban sempat dua kali mensomasi Pras, yakni pada 1 Desember 2015 dan 5 April 2018, dengan harapan uangnya dikembalikan, namun diabaikan.
Dari somasi I diketahui kalau uang Rp3,25 miliar tersebut diserahkan secara bertahap di Jakarta dan Serang antara Juli hingga September 2014 dengan masing-masing sebesar Rp2 miliar, Rp1 miliar, dan Rp250 juta.
Uang yang Rp2 miliar diserahkan di salah satu kamar hotel di Serang, Banten; yang Rp1 miliar diserahkan di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat; dan yang Rp250 juta juga diserahkan di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta.
Penyerahan uang ini antara lain disaksikan Liza Yanti (istri Zaini), istri Prasetio, Irvan (ajudan Zaini) dan Dohar Pakpahan (sopir Zaini).
Dikutip dari detikcom, Pras membantah mengenal Zaini, dan bahkan menuduh laporan terhadap dirinya hanya untuk mencari sensasi semata.
"Saya tidak pernah kenal si pelapor dan tak pernah ada urusan dengan Riau," katanya, Senin (7/5/2018).
Prasetyo juga menuduh mantan Sekda Provinsi Riau tersebut hanya mencari perhatian, dan bahkan merasa posisinya sebagai Ketua DPRD DKI rawan didompleng.
"Saya anggap ini orang yang cari perhatian, karena bagaimanapun saya ini Ketua DPRD, bisa jadi dia mau dompleng tenar," katanya.
Menanggapi hal ini, William mengatakan, tidak mungkin kliennya mencari sensasi dan perhatian.
"Untuk apa?" tanyanya.
Ia menegaskan, apa yang dilakukan kliennya dengan melaporkan Pras ke polisi didasari fakta dan bukti- bukti.
Meski demikian pegacara ini mengaku tak tahu bagaimana Pras yang tinggal di Jakarta dan Zaini yang tinggal di Riau, bisa saling kenal. Apalagi karena seperti diakui William, Zaini buka politikus dan juga bukan kader PDIP.
"Klien saya PNS," tegasnya.
William memastikan kalau ketika kliennya menyerahkan uang kepada Pras, karena dia mempercayainya.
"Karena Pak Pras bilang dia dekat dengan ibu Megawati," pungkasnya. (rhm)





