TANGSEL, HARIAN UMUM - Setelah sebelumnya dituding mati suri dan didesak segera musyawarah daerah (Musda), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Ahmad Syawqi angkat bicara.
Syawqi menuturkan, bahwa tudingan yang dihembuskan tidak seperti yang terjadi didalam organisasi pemuda tersebut.
"Ga ada mati suri, program kegiatan terus jalan, Oktober ini sebulan penuh jalan bulan pemuda. Isinya peningkatan kapasitas pemuda dari banyak organisasi dan pelajar," kata Syawqi lewat pesan whatsappnya, Minggu (29/9/2019).
Syawqi menambahkan, bahwa sebelum digelar Musda, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) perlu melaksanakan musyawarah tingkat kecamatan (Muscam), terkait surat keputusan (SK) yang sudah habis masa jabatannya.
"Sebelum Musda, DPK (laksanakan) Muscam dulu karena SK mereka sudah habis. Knpi berjalan sesuai peraturan organisasi yang ideal dan baik," tambahnya.
Pihaknya akan menggelar Musda pada awal tahun 2020 mendatang. Usai setiap DPK melaksanakan Muscam. Namun, imbuhnya, pihaknya akan menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam waktu dekat.
"Dpd KNPI (Tangsel) (menggelar) Musda itu awal tahun depan. Sebelum Musda, kita Rapimda dulu," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, DPK se-Tangsel menggelar rapat internal mendesak agar Ketua DPD KNPI Tangsel segera melaksanakan Musda, dan menganggap kepengurusan yang berjalan saat ini, seperti mati suri.
"Kami mendesak untuk segera melaksanakan Musda, atau lebih baik diambil alih oleh DPD KNPI Provinsi Banten secepat mungkin dalam hal ini perlu ketegasan Rano Alfath sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Banten Karena DPD KNPI Tangsel dianggap Mati Suri," kata Ketua DPK Ciputat, Nauval.







