TANGSEL, HARIAN UMUM - Dianggap tak produktif dan berkontribusi terhadap berjalannya pembangunan di Kota Tangerang Selatan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bagaikan mati suri.
Hal tersebut terungkap saat Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI se-Kota Tangsel menggelar rapat internal, dengan desakan agar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Tangsel segera menggelar musyawarah daerah (Musda).
Desakan ini lantaran masa kepengurusan DPD KNPI Tangsel yang sudah selesai dalam kurun waktu 3 tahun dan vakum terhitung sejak pelantikan pada Juni 2016.
Nauval, Ketua DPK KNPI Ciputat menjelaskan, selain soal masa kepengurusan yang telah selesai, 7 DPK mendesak Musda juga lantaran KNPI Tangsel yang dikomandoi Ahmad Syawqi tidak menunjukan adanya gerakan pemuda yang progresif dan produktif.
"Ketidakpercayaan forum pengurus kecamatan (PK) KNPI se-Tangsel terhadap DPD KNPI Tangsel semakin menjadi. Hal itu terlihat dari beberapa faktor. Pertama, DPD KNPI tidak punya Kantor Sekretariat. Jika tidak ada, maka hal ini merupakan penipuan terhadap publik yang mengatasnamakan pemuda atau hanya menyedot APBD saja," kata Nauval kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019) malam.
Forum PK KNPI Tangsel dalam hal ini menyesalkan sikap ketua DPD KNPI Tangsel, yang jelas tidak mampu dalam mengemban amanah yang diberikan Pemuda Tangsel.
"Kedua, (Ahmad Syawqi dituding) membiarkan kepengurusan vakum. Tidak ada rapat pengurus rutin, apalagi silaturahmi kepada para tokoh pemuda terdahulu yang berjuang membangun DPD KNPI Tangsel. Lebih dari itu, DPD KNPI hanya nama saja," tambahnya.
"Ketiga, pada kegiatan Bulan Pemuda yang lalu, tampak KNPI tidak dilibatkan sama sekali, itu menandakan tidak adanya komunikasi yang baik, tidak adanya sinergitas antara DPD, PK, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan DISPORA, bahkan kegiatan tahun lalu terbilang sepi," pungkasnya.
Nauval juga mengatakan, apabila pengurus DPD KNPI Tangsel masih menunda Musda, pihaknya meminta DPD KNPI Banten membentuk caretaker agar berjalannya roda organisasi.
“Kami mendesak untuk segera melaksanakan Musda, atau lebih baik diambil alih oleh DPD KNPI Provinsi Banten secepat mungkin dalam hal ini perlu ketegasan Rano Alfath sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Banten Karena DPD KNPI Tangsel dianggap Mati Suri,” ungkapnya.
Sementara, Sekjen DPK KNPI Pamulang, Hafiz yang turut hadir berkumpul bersama pengurus DPK lainnya mengungkapkan, apabila tuntutan mereka tidak direspon oleh DPD KNPI Tangsel, maka DPK KNPI se-Tangsel akan melakukan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD KNPI Tangsel.
“Lebih jauh dari itu, jika tuntutan PK KNPI tidak direspon, maka mereka akan melakukan tindakan Mosi Tidak Percaya terhadap DPD KNPI Tangsel yang saat ini dipimpin Ahmad Syawqi,” tegasnya.
Dalam konsolidasi DPK KNPI se-Tangsel itu juga menyoroti terkait kegiatan Pemerintah Kota Tangsel yakni Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait tidak tepatnya sasaran anggaran yang direalisasikan oleh Dispora.
“Dispora Tangsel sebagai orang tua DPD KNPI yang selama ini melaksanakan kegiatan hanya sekedar ceremony, tidak tepat sasaran, tidak sesuai dengan cita-cita pemuda sehingga banyak membuang APBD. Ini yang sangat menusuk hati pemuda.
Diketahui, dalam konsolidasi tersebut dihadiri oleh Ketua PK Ciputat Nauval, Ketua PK Ciputat Timur Fadli, Ketua PK Setu Arul, Bendahara DPK Setu Kosim, Sekjen PK Serpong Utara Zaini, dan anggota KNPI lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPD KNPI Kota Tangsel, Ahmad Syawqi belum dapat memberikan keterangan terkait adanya desakan tersebut. Komentar yang bersangkutan akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya, apabila sudah dapat dimintai informasinya.







