Jakarta, Harian Umum - Pelaku pembunuhan dan pemutilasian terhadap Uswatun Khasanah (29), warga Dusun Sidodadi, Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengaku melakukan tindakan keji itu karena sakit hati
Hal itu terungkap setelah pelaku yang merupakan suami siri korban yang bernama Rohmad Tri Hartanto atau RTH (33), ditangkap polisi pada Sabtu (21/2025) sekitar pukul 24:00 WIB.
Pada Senin (27/1/2025), Polda Jawa Timur merilis penangkapan tersebut beserta hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang merupakan warga Dusun Banaran, Desa Gombal, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.
RTH dihadirkan ke hadapan pers dengan mengenakan baju tahanan oranye bernomor 92.
"Hasil dari pemeriksaan terhadap tersangka diketahui motifnya adalah korban sakit hati dan cemburu," kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol M. Farman dalam konferensi pers tersebut.
Kepada penyidik, TRH mengaku sebagai suami siri. Ia sakit hati karena korban diduga selingkuh.
"Korban pernah ketahuan memasukkan laki-laki ke dalam kosnya," imbuh Firman.
Selain sakit hati, kepada penyidik, RTH juga mengaku kesal karena korban sering meminta uang.
Kemudian, saat RTH membunuh korban di salah satu kamar hotel di Kediri pada 19 Januari 2025, RTH telah menyiapkan uang Rp1 juta untuk diberikan kepada korban.
Namun, terjadi percekcokan karena korban mengetahui bahwa RTH ternyata punya seorang anak perempuan.
Dalam pertengkaran itu, korban mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati RTH.
"Korban pernah berucap kepada tersangka, korban mendoakan nanti sudah besar (anak perempuannya l) akan menjadi PSK. Tersangka sakit hati," kata Firman lagi.
Lebih parah, karena menurut pengakuan RTH, korban yang tidak dapat menerima RTH punya anak, memintanya agar menghilangkan anak tersebut.
Akibat perkataan korban, RTH mata gelap dan kemudian membunuhnya. Untuk menghilangkan jejak, RTH memutilasi korban dan memasukkannya potongan potongan-potongan tubuh korban, tapi tanpa kaki dan kepala, ke dalam sebuah kopor berwarna merah, dan kopor itu dibuang di sebuah selokan dekat tempat pembuangan sampah (TPS) di Ngawi, Jawa Timur
Kopor itu ditemukan warga pada Kamis (23/1/2025), dan.langsung membuat geger.
Korban diketahui telah tiga kali menikah, berikut dengan RTH. Dari pernikahan pertama dan kedua, korban dikaruniai masing-masing seorang anak yang kemudian dititipkan kepada neneknya.
Informasi yang beredar menyebutkan, korban bekerja sebagai sales kosmetik, tetapi ada juga kabar yang mengatakan bahwa dia bekerja sebagai pemandu karaoke di Tulungagung, Jawa Timur.
Pada Jumat (24/1/2025), potongan-potongan tubuh korban tanpa kepala dan kaki telah dimakamkan di TPU Sidodadi.
Dari pengakuan RTH, kepala korban kemudian ditemukan di bawah jembatan Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, dalam kondisi dibungkus plastik, sementara kedua kakinya ditemukan di Desa Sampung, Ponorogo. (rhm)





