Ciamis, Harian Umum - Tarsum bin Daspin (50), warga Dusun Sindangjaya, RT 8 RW 14, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang memutilasi istrinya pada Jumat (3/5/2024) pukul 07.30 WIB diduga sedang depresi akibat usaha yang merugi..
Perbuatan pelaku terhadap istrinya yang bernama Yanti binti Talpa (44) itu sangat sadis, karena selain korban dibunuh dan dimutilasi diluar rumah sehingga disaksikan sejumlah tetangga, juga daging istrinya itu yang masih berdarah-darah kemudian ditawarkan kepada tetangganya untuk dibeli.
Informasi tentang gangguan kejiwaan yang dialami pelaku disampaikan tetangganya, Jojo (55), sebagaimana dilansir Kumparan.
Joko mengaku melihat peristiwa mengerikan itu, tetapi tak berani menolong korban karena.pelaku membawa pisau.
"(Saya dengar) orang menjerit. (Saya) menghampiri ke sumber suara, di atas. Pas saya naik, di atas, ada orang yang sudah tergeletak dengan luka parah, sudah terpotong-potong," katanya, Jumat (3/5/2024).
Ia menegaskan si pembunuh adalah suami korban. Setelah membunuh dan memutilasi istrinya, pelaku mondar mandir ke sana ke mari sambil membawa pisau yang digunakan untuk membunuh dan memutilasi istrinya.
"Saya tidak berani menolong karena dia bawa pisau, terus dia bawa baskom, saya mundur dan semakin banyak orang berdatangan. Enggak tahu mau dibawa ke mana (baskom itu) karena orangnya sudah edan," katanya.
Jojo menjelaskan, ada tiga orang di rumah pelaku. Selain pelaku dan istrinya, ada seorang anak, tetapi saat kejadian anak itu sedang di sekolah.
Jojo mengaku sangat mengenal pelaku karena sering curhat kepadanya.
"Ada keluhan itu-ini, ke saya," kata Jojo.
Ia mengakui sebelum pembunuhan terjadi, pada Rabu (1/5/2024) pelaku kabur dari rumah, dan dicari ke sana ke mari, bahkan dengan dibantu warga, dan berhasil ditangkap dan dibawa pulang.
"Dia sempat sadar lagi karena diobati oleh pengobatan alternatif," kata Jojo.
Diakui kalau pelaku punya sedikit gangguan kejiwaan, sehingga kalau ngobrol dengannya kadang nyambung, kadang tidak.
Soal penyebab gangguan kejiwaan tersebut, Joko menduga dipicu oleh usaha pelaku yang merugikan, padahal uang untuk usaha itu milik orang.
"Setahu saya, dia usaha. Terus, namanya usaha ada untung ada rugi. Ketika sekarang kejadian ini, dalam kerugian besar karena bukan uang dia melainkan uang orang lain. Jadi, keluhannya dari usaha itu," jelas Jojo.
Ia menambahkan, pelaku memberitahu keluarganya kalau usahanya sedang down atau rugi.
"Kayaknya dia tertekan dengan ekonomi atau uang itu, karena uangnya uang orang lain. Jadi, terlilit utang. Usahanya usaha jual-beli kambing," imbuh Jojo.
Ia.menegaskan bahwa depresi yang dialami.pelaku baru tiga hari sebelum kejadian atau Selasa (30/4/2024).
"Kalau sebelumnya normal. Semenjak ini saja masalah kehidupan suka cerita ke saya, saya juga kaget sampai kejadian seperti ini," pungkas Jojo. (man)






