Jakarta, Harian Umum - Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 1.653 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dari daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat MBG adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah atau dana BOS,” kata Kepala BGN, Sudaryono, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Ia mengaku, pemutakhiran sasaran tersebut dilakukan BGN melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama untuk memperoleh data satuan pendidikan secara lebih menyeluruh.
Menurut dia, pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia yang terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sisanya, sekitar 240.000 satuan pendidikan, masih belum menerima program MBG dan akan menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan.
“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya. Artinya, masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” kata Sudaryono.
Menurut dia, pemutakhiran data penerima manfaat MBG ini dilakukan untuk memastikan perluasan MBG dilakukan secara terukur, dan dia berharap layanan tidak hanya memperhatikan jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani, tetapi juga mempertimbangkan prioritas dan kondisi masing-masing wilayah, karena BGN menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG.
"Setiap permohonan akan ditindaklanjuti," kata Sudaryono.
Untuk itu, BGN akan melakukan proses investigasi dan pemetaan sebelum layanan diberikan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. (man)







