Jakarta, Harian Umum - Bank DKI jalankan lagi peranannya sebagai fasilitator program kesejahteraan sosial Pemerintahan Propinsi (Pemerintah provinsi) DKI Jakarta, lewat aktivitas pembagian Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ), yang sudah dilakukan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Pada acara itu, Bank DKI memberi pembelajaran ke warga berkenaan langkah pemakaian kartu dan diharap bisa menolong yang menerima faedah untuk mengoptimalkan pemakaian kontribusi yang diberi.
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, dalam keterangan resminya menjelaskan, bank DKI terus memberikan dukungan program kesejahteraan sosial yang ditargetkan oleh Pemerintah provinsi DKI Jakarta.
"Distribusi KAJ, KPDJ, dan KLJ ini adalah salah satunya bentuk riil dari loyalitas Bank DKI untuk pastikan jika semua kalangan masyarakat, termasuk yang ada di daerah kepulauan, memperoleh akses yang masih sama pada beberapa program itu," tutur Agus lewat penjelasannya di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Adapun keseluruhan jumlah yang menerima yang hendak dialokasikan di Pulau seribu sekitar 221 yang menerima, terdiri dari KAJ sekitar 56 yang menerima, KLJ sekitar 148 yang menerima, dan KPDJ sekitar 17 yang menerima. Awalnya, Bank DKI lakukan distribusi kartu bansos ke yang menerima faedah dilaksanakan dengan setahap di sejumlah daerah Jakarta sepanjang tanggal 23 sampai 31 Juli 2024, yakni daerah Jakarta Pusat dibagi ke 1.346 yang menerima KAJ, 5 yang menerima KPDJ, dan 5 yang menerima KLJ, dan daerah Jakarta Barat dibagi sekitar 830 yang menerima KAJ, 5 yang menerima KLJ dan 5 yang menerima KPDJ.
Sampai masa Juni 2024 sudah dilaksanakan pembagian Kontribusi Sosial Pemenuhan Keperluan Dasar (PKD) di dalam 2 tahapan, yakni Tahapan I dibagi ke 52.135 yang menerima KLJ, 6.475 yang menerima KPDJ, dan 4.800 KAJ, tahapan II dibagi ke 90.743 yang menerima KLJ, 11.099 yang menerima KPDJ, 8.807 yang menerima KAJ.
Selanjutnya Agus memperjelas, support Bank DKI untuk selalu berusaha memberi support keuangan yang inklusif untuk warga, termasuk di daerah Kepulauan Seribu.
"Bank DKI mendatangkan ide digital island lewat support digitalisasi UMKM. Dengan opsi produk dan support sarana perbankan digital seperti JakOne Mobile, kami mengharap bisa memberi keringanan dan kenyamanan untuk semua nasabah saat terhubung service perbankan kami," terangnya.
Untuk yang menerima yang sudah terima dana di tahun awalnya tetapi tidak memperolehnya pada tahun ini, bisa lakukan pemeriksaan Data Terintegrasi Kesejahteraan Sosial (DTKS) lewat website https://dtks.jakarta.go.id/, atau ajukan aduan ke Dinas Sosial Propinsi DKI Jakarta.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambah secara beragam ide seperti distribusi kartu kontribusi, pembelajaran pemakaian kartu, dan support digitalisasi UMKM.
"Bank DKI berusaha pastikan tiap kalangan masyarakat, termasuk warga Kepualauan Seribu dapat rasakan faedah dan keringanan dalam beragam service perbankan," tutupnya.
Sebagai loyalitas Bank DKI untuk memberi service keuangan yang mencapai warga di Kepulauan Seribu, Bank DKI sudah mempunyai Kantor Cabang Pembantu Pulau Pramuka yang siap layani keperluan transaksi bisnis dan layanan dan produk untuk warga di daerah Kepulauan Seribu. Disamping itu, service ATM Bank DKI menyebar sampai sekitar 12 lokasi di beberapa pulau di daerah Kepulauan Seribu, salah satunya di Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Sebira, dan Pulau Keinginan.
Tidak itu saja, awalnya Bank DKI sudah resmikan Daerah UMKM yang berada di Pulau Pramuka, yang disebut salah satunya program Tanggung Jawab Sosial Bank DKI, dengan lakukan pengaturan kembali dan lokalisasi pedagang UMKM, termasuk support digitalisasi ke beberapa UMKM sebagai merchant Bank DKI dan bisa terhubung pembayaran digital - QRIS untuk terima beragam pembayaran electronic dari pelanggan dan tingkatkan efektivitas trasnaksi harian pedagang UMKM. ***







