Suap di PN Tangerang, Hakim dan Panitera Jadi Tersangka

14/03/2018 05:08 WIB HUKUM
bb kpk.jpg

Jakarta, Harian Umum- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pemulusan putusan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Keempatnya yakni Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri, Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika,  dan dua advokat bernama Agus Wirano dan HM Saipudin.

"WWN dan TA diduga sebagai penerima (suap), sementara AGS dan HMS diduga sebagai pemberi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Basaria menjelaskan, pemberian suap diduga dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, pada 7 Maret 2018 sejumlah Rp 7,5 juta dan Kedua pada 12 Maret 2018 senilai Rp 22,5 juta.

Kasus ini terbongkar setelah tim KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Senin (12/3/2018). Dalam OTT ini KPK mengamankan 7 orang, tapi setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK, baru empat orang yang statusnya ditingkatkan ke penyidikan.

Basaria menambahkan, Wahyu dan Tuti dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Agus serta Saipuidin dijerat pakai Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (sumber: Viva)

BERITA TERKAIT