Jakarta, Harian Umum - Badan Pertanahan Nasional (BPN) berencana menerbitkan 7 juta sertifikat tahun ini, targetnya akan terus bertambah setiap tahunnya. Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) sekaligus Kepala BPN Sofyan Djalil berharap setiap jengkal lahan di Indonesia sudah bisa memiliki sertifikat pada tahun 2025.
Sofyan optimistis target tersebut bisa tercapai.
Salah satu upayanya yang dilakukan oleh BPN adalah dengan mengangkat ribuan juru ukur independen. Hal tersebut yang menjadi terkendala karena kurangnya juru ukur. Keahlian mereka bisa mempercepat proses kepemilikan sertifikasi lahan.
Saat ini, kata Sofyan, sudah ada 5.600 juru ukur independen. Total juru ukur independen lebih banyak dari juru ukur BPN yang berjumlah sekitar 2.000 orang.
"Jumlahnya terus bertambah," katanya, di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis, 4 Januari 2018.
Sedangkan untuk kinerja BPN telah menerbitkan 4,2 juta lembar sertifikat tanah selama 2017. Jumlahnya hampir memenuhi target yang dipatok 5 juta sertifikat.
Sofyan menyebutkan pihaknya telah memetakan dan mengukur 5,2 juta lahan. Namun tidak semua sertifikat bisa diterbitkan karena beberapa hal.
"Sebagian lahan tidak bisa dikeluarkan sertifikatnya karena sengketa dan pemiliknya tidak ada di tempat," ucapnya.
Meski begitu, Sofyan mengatakan pencapaian ini sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Di informasikan sampai akhir 2016, dari 126 juta bidang lahan di Indonesia baru 46 juta bidang lahan yang sudah bersertifikat. Sedangkan sisanya 80 juta bidang lahan belum memiliki sertifkat. (tqn)







