PASANGAN Capres 01 nampak punya strategi kampanye yang meraup dukungan suara dari para pemilik handphone yang terkoneksi ke media sosial.
-------------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Dengan dana kampanyenya yang hanya Rp1 miliar, pantas saja kalau alat peraga kampanye: brosur, pamflet, benner, spanduk dan billboard di berbagai kota sepi.
Tapi saat kampanye, massa berjubel di berbagai kota. Nampak strategi kampanye 01 sangat ciamik.
Saat ini penggunaan Medsos sudah menjadi kebutuhan pokok, termasuk menjadi alat kampanye Pipres.
Pasangan Capres 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar nampak punya strategi kampanye yang meraup dukungan suara dari para pemilik handphone yang terkoneksi ke media sosial.
Tidak perlu repot-repot cetak kaos, jaket dan alat peraga kampanye lainnya dengan mengeluarkan dana fantastis seperti Capres lainnya.
Paslon Amin mendulang dukungan dan simpati publik dan massa yang sangat fantastis dan luar biasa.
Apalagi tagline perubahan dan persatuan. Di mana saat ini kondisi ril dirasakan ketimpangan dan ketidakadilan di mana-mana.
Persatuan cenderung terpecah dan koyak akibat kebijakan yang diambil rezim lebih pro oligarki dan pemilik modal.
Bahkan para oligarki pemilik 1/3 kekayaan di Republik ini telah memproklamasikan dukungan bagi Capres Istana, membuat rakyat semakin muak dan tidak puas dengan kebijakan memihak penguasa saat ini.
Maka, pantaslah kalau Capres yang didukung Istana meski dibekali dana kampanye yang buncit dan fantastis, tapi tidak mendapat dukungan rakyat yang besar.
Perananan handphone sebagai alat penyambung dan penyampaian pesan, termasuk pesan-pesan kampanye 01, ditambah dengan karakteristik Capres dan tawaran gagasan untuk perubahan dan Indonesia lebih baik, semakin disambut meriah oleh rakyat dari Sabang hingga Merauke.
Apalagi rekam jejak nyata dan rekam jejak digital Capres Anies Baswedan yang memoles Ibukota DKI Jakarta lima tahun lalu, memberikan bukti nyata, bukan janji-janji gombal penguasa selama ini.
Maka, pantaslah kecerdasan publik dan akal sehat rakyat dilengkapi dengan alat komunikasi canggih seperti handphone, melambungkan kerja-kerja cerdasnya Capres no 1 dan Timsesnya meraup dukungan luar biasa.
Apalagi ditambah dengan penekanan dan intimidasi terang-terangan yang dialami oleh Capres 01 di arena debat maupun di lapangan, membuat rakyat dan publik semakin simpati.
Nah. Lebih fantastis lagi pernyataan mendukung dan memihak terhadap Paslon 02 oleh Presiden Joko Widodo karena puteranya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Cawapres 02. Padahal, seharusnya Presiden sebagai kepala negara harus netral.
Perasaan rakyat yang dizalimi oleh penguasa, ditambah dengan alat bantu canggih komunikasi dan Medsos yang terus memberi pencerahan dan semangat akan perbaikan dan perubahan di negeri ini segera terwujud.
Paslon 01 telah memanen hasil teknologi, ilmu dan sains dalam marajut strategi kampanye yang fantastis. Apalagi ditambah dengan penampilan yang menarik dan simpatik, tanpa emosi dan marah-marah, membuktika kalau dana irit, spanduk sedikit, tapi meraup dukungan yang luar biasa dari rakyat.
Di banding Paslon yang spanduknya merusak pandangan dan dikeluhkan berbagai pihak karena dianggap, maaf, "sampah spanduk" di mana-mana, tapi sepi dukung dan sepi massa.
Mojokerto: 29 Januari 2024.







