Jakarta, Harian Umum - Silaturahmi AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dengan mengajak adiknya EBY Edi Baskoro Yudhoyono ke kediaman Megawati Soekarnoputri dan kediaman Joko Widodo saat Hari Raya Idul Fitri direspon positif banyak kalangan.
Sebab sudah menjadi rahasia umum, hubungan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Megawati selama ini kurang harmonis. Kunjungan AHY yang merupakan putra sulung SBY dinilai bisa mencairkan ketegangan politik. Bukan saja antara SBY dan Mega namun juga paska Pilpres 2019 yang diketahui sempat membuat suhu politik memanas.
Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean melalui laman Twitternya @FerdinandHaean2
mengatakan, silaturahmi yang dilakuka AHY menunjukan Demokrat tidak mengenal permusuhan namun berniat untuk membangun bangsa dengan perdamaian.
"Inilah tata krama dan etika yang ditunjukkan oleh AHY dan EBY, mereka menghargai perbuatan baik,"
"Demokrat tidak mengenal permusuhan dlm politik. Demokratisme kami istilahkan sebagai sikap Demokrat, demokratisme membangun bangsa di atas kedamaian," tulis Ferdinand, Kamis (6/6/2019).
Sementara Pengamat politik, Wempy Hadir menilai, pertemuan ini selain melengkapi silaturahmi antara SBY dan Megawati dimana Megawati hadir saat pemakaman Ibu Ani Yudhoyono. Pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal untuk mencairkan suasana politik yang selama ini tegang.
"Juga merupakan bagian dari lobi-lobi politik agar suasana politik ke depab bisa lebih cair dengan suasana akrab dan dinamis. Dengan silaturahmi tersebut bisa saja AHY diajak untuk membantu pemerintahan Jokowi-Maruf Amin lima tahun kedepan. Tapi semua keputusan ada di tangan Pak Jokowi,” tandas Wempy seperti dilansir MerahPutih. (Zat)







