Jakarta, Harian Umum - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, laju inflasi Indonesia pada Desember 2017 mencapai 0,71%, sementara inflasi tahunan sepanjang 2017 sebesar 3,61% atau sesuai target APBNP 2017.
"Inflasi Desember sudah diduga mengingat banyaknya permintaan saat libur Natal dan Tahun baru. (Angka) 0,71% ini oke, karena secara total inflasi tahunan 3,61% (sesuai APBNP 2017)," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Selasa (2/1/2017).
Dari 82 kota di Indonesia, seluruh kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Jayapura 2,28% dan terendah di Sorong 0,18%.
Adapun, inflasi tertinggi disumbang oleh komponen makanan dan transportasi.
Makanan mengalami inflasi 2,26% dengan andil paling besar yakni 0,46%. Beberapa komoditas yang menyumbang antara lain beras, ikan segar dan telur ayam ras masing 0,08%, daging ayam ras 0,07%, cabai 0,06%, dan sayuran 0,01-0,02%.
Sementara itu, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,75% dengan andil 0,14%. Inflasi pada kelompok ini dipicu oleh besarnya andil inflasi angkutan udara sebesar 0,01%, akibat permintaan yang naik saat Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, andil angkutan kereta api mencapai 0,02% dan Bus AKAP sebesar 0.01%. Lebih lanjut, inflasi inti Desember 2017 tercatat sebesar 0,13% (mtm) dan inflasi inti secara tahun kalender sebesar 2,95%.
Kecuk berharap inflasi tahun depan akan sesuai target pemerintah dalam APBN 2018, yakni 3,5% plus minus 1%. (man)







