Jakarta, Harian Umum - Lima hari menjelang pelaksanaan Pilpres 17 April 2019, elektabilitas kedua pasangan Capres saling kejar mengejar. Namun pasangan Capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi hingga saat ini masih unggul tipis dengan perolehan 48,55 persen. Sementara pasangan Capres nomor urut 01 sebanyak 44,63 persen. Hal tersebut berdasarkan hasil survey yang dirilis LSPI (Lembaga Survei Pembangunan Indonesia).
Kepala Litbang LSPI (Lembaga Survei Pembangunan Indonesia) Febra Anugrah mengatakan, elektabilitas Prabowo - Sandi bertengger di angka 48,55 persen. Ada sejumlah alasan yang mengemuka dari hasil survey. "Alasan yang diungkap publik bahwa sosok Prabowo-Sandi dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini. Menginginkan sebuah perubahan dan figur presiden baru. Serta memiliki karakter tegas dan berwibawa," kata Febra di Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).
Sementara lanjut Febra hasil survey juga mengungkap beberapa faktor pasangan incumbent Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 44,65 persen. "Diantaranya dianggap sosok yang merakyat, sudah berpengalaman serta mampu melanjutkan pembangunan," imbuh Febra.
Dengan hasil ketat ini Febra Anugrah menegaskan, merupakan modal awal bagi pasangan capres Prabowo S-Sandi dalam memenangkan Pilpres 2019
Sementara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang tertinggal sekitar 3,90% Febra menambahkan sulit untuk menaikkan elektabilitas. "Perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10 persen yang dihadapi figure incumbent dapat disimpulkan sulit untuk mengejar dan unggul di Pilpres nanti," tandasnya.
Survei tersebut dilakukan pada 22 - 30 Maret 2019. Survei dilakukan secara proporsional di 34 Provinsi dengan perbandingan penyebaran wilayah 50 : 50 antara perkotaan dan pedesaan.
Jumlah sample responden yang di ambil sebanyak 2100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin error kurang lebih 2,4 % pada tingkat kepercayaan 95%. (Zat)







