Jakarta, Harian Umum - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia tidak bisa menjadi negara non-blok dalam hubungan luar negeri.
Sebab, jika Indonesia tidak tergabung dalam pakta militer manapun, bisa jadi tidak ada negara yang ingin membantu Indonesia apabila Indonesia diserang atau diancam oleh negara lain.
"Kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam pakta, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, Saudara-saudara. Percaya sama saya, no-body going to help us," kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Selasa (2/2/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden (Setpres).
Ia mengakui, karena hal itulah presiden pertama Republik Indonesia Sukarno sejak awal berpesan agar Indonesia harus mampu berdiri di kaki sendiri.
Ia juga mengutip pernyataan Panglima Besar Jederal Sudirman bahwa bangsa Indonesia harus percaya dengan kekuatan bangsa sendiri.
Karenanya, menurut Prabowo, mau tidak mau Indonesia harus menjadi negara kuat, karena dinamika global menunjukkan bahwa negara yang lebih kuat akan melakukan apapun yang mereka inginkan.
"Dunia ini adalah keadaan nyata, bukan keadaan ideal. Saya selalu mengingatkan, mengajarkan, yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita, itu yang kita lihat hari ini," tegasnya.
Mantan Menteri Pertahanan ini pun menegaskan komitmennya untuk menjaga bangsa dan rakyat Indonesia. Meski tak mudah, akan tetapi tetap harus dijalankan demi keselamatan rakyat Indonesia.
"Kadang-kadang gampang untuk kita bilang, gampang untuk kita ngomong, tapi kadang-kadang tidak gampang untuk dilaksanakan. Kadang-kadang hati kita bergolak, tetapi kita harus senyum karena kita sudah memilih akan baik sama semua, untuk melindungi rakyat kita," tegas dia. (man)






