Jakarta, Harian Umum - Presiden ke-8 Prabowo Subianto mengangkat mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai Penasihat Khusus Presiden Urusan Kesehatan Nasional.
Pelantikan Terawan yang berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 140/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Putusan Khusus Presiden Indonesia Tahun 2024-2029, dilakukan Selasa (22/10/2024) di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Terawan merupakan mantan menteri yang sempat memicu kontroversi saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020-2024, karena kala itu dia menciptakan Vaksin Nusantara yang membuatnya diberhentikan secara permanen dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dinilai melanggar etik berat.
Pemberhentian dilakukan melalui Sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran yang dibacakan pada Muktamar IDI ke-31 di Banda Aceh pada tanggal 25 Maret 2022.
Vaksin Nusantara dikembangkan dengan metode sel dendritik (dendritic cell) autolog atau komponen sel darah putih yang disebut menjadi yang pertama kali di dunia untuk Covid-19. IDI menilai pengembangan vaksin tersebut tidak memenuhi kaidah medis dan meminta Terawan menghentikannya, tetapi diabaikan
Saat menjadi Menteri Kesehatan, Terawan juga banyak menuai kritik karena dinilai lamban membuat kebijakan dalam situasi pandemi Covid-19.
Terawan menjadi Menteri Kesehatan pada tanggal 23 Oktober 2019 hingga di-reshuffle pada 23 Desember 2020. Ia digantikan Budi Gunadi Sadikin.
Pendidikan Terawan di jenjang sekolah dasar hingga perguruan tunggi ditempuh di Yogyakarta. ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) dan lulus pada 1990, kemudian melanjutkan pendidikan dalam bidang militer dengan masuk Sepawamil pada tahun 1990. Sekarang, pendidikan ini dikenal sebagai Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia.
Dalam bidang kedokteran, Terawan melanjutkan studinya ke jenjang S2 di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya dengan mengambil spesialisasi radiologi. Ia lulus pada 2004. Setelah itu, Terawan melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia berhasil mendapatkan gelarnya pada tahun 2013. (man)






