Jakarta, Harian Umum- Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional II yang diselenggarakan hari ini, Minggu (16/9/2018), di Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, merupakan hasil kordinasi pihaknya dengan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab (HRS) yang hingga saat ini masih bermukim di Mekkah, Arab Saudi.
"Apa yang kita jalankan dan sampaikan (saat ini) merupakan langkah-langkah hasil kordinasi dengan Habib Rizieq," katanya saat jumpa pers.
Ia mengakui, diskusi melalui telepon dan pesan WhatsApp itu cukup panjang, dan karena perbedaan waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi, diskusi biasanya baru rampung dini hari antara pukul 02:00 hingga 03:00 WIB.
"Ijtima ini kita selenggarakan karena dinamika politik yang begitu kuat di Tanah Air, yang dapat berdampak pada harkat dan martabat, serta menentukan nasib bangsa ke depan," katanya.
Yusuf menegaskan, GNPF-Ulama iklhas dan lillahita'ala dalam melaksanakan perhelatan ini, dan tidak meminta posisi maupun melakukan bargaining kepada Capres-Cawapres yang didukung, yakni Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, karena apa yang dilakukan ini juga semata-mata demi keselamatam umat Islam yang selalu dijauhi dan dizalimi pemerintah yang berkuasa saat ini, yakni pemerintahan Jokowi.
"Kami ingin umat Islam diperlakukan dengan adil," tegasnya.
Ia memastikan bahwa HRS akan memberikan support kepada Prabowo-Sandi setelah Pakta Integritas yang akan disodorkan GNPF kepada Prabowo, ditandatangani Capres yang diusung koalisi Gerindra, PAN dan PKS tersebut.
"Dalam Pakta Integritas itu ada 15-an item yang harus dipatuhi Prabowo," pungkasnya. (rhm)





