Banda Aceh, Harian Umum - Kesbangpol Aceh akan menerbitkan buku kajian perdamaian Aceh. Buku tersebut di kaji oleh Dr Sulaiman Tripa berjudul Reposisi Budaya Maritim Bagi Perdamaian Aceh didiskusikan.
Untuk itu, sebelum dicetak, Badan Kesbangpol Aceh memfasilitasi dalam presentasi penulis di Aula Kesbangpol Aceh, Selasa (6/9/2022).
Dalam diskusi atau FGD Pendidikan Perdamaian Aceh ini sebagai fasilitator, Dr Bustaman Abu Bakar. Ketua Tim kajian, Prof Yusni Saby, MA PhD juga hadir.
Sulaiman Tripa, dalam pemaparannya menyampaikan, rencana penerbitan buku hasil kajian para peneliti, masih memerlukan masukan dari berbagai pihak. "Sehingga pada pertamuan kita hari ini bisa diperbaiki atau ditambahkan," ujarnya.
Sulaiman Tripa yang juga Akademisi FK USK, terus bergelut dengan penulisan buku bahkan sudah lebih dari 200 judul buku yang ditulisnya. "Buku ini akan ditulis beberapa orang nantinya. Jadi bukan penulis tunggal," tulisnya.
Prof Yusni Saby menyampaikan, masukan dan materi luar biasa yang disampaikan oleh para peserta dan akan menjadi catatan dari para penulis.
"Apalagi yang menjadi perhatian besar kita aspek pemberdayaan dan pendampingan bagi nelayan," ujar mantan Rektor UIN Ar Raniry Banda Aceh ini.
Lanjutnya, termasuk bagaimana jenjang pendidikan bagi generasi yang tinggal di pesisir pantai. "Begitu juga di pesisir ada peran Panglima Laot," tulisnya. Untuk itu, ia berharap semangat hidup masyarakat maritim yang tidak boleh dibedakan.
Dikatakan, ada istilah di Aceh dengan toke bangku, yang memiliki modal dan dari segi biaya atau dana untuk membiayai pendidikan berangkat ke tengah laut tidak ada masalah.






