Jakarta, Harian Umum - Fisikawan Stephen Hawking menyebut kiamat umat manusia tinggal 100 tahun lagi kalau tak segera menemukan planet baru yang bisa dihuni. Pernyataan Hawking tersebut dipertanyakan Michel Guillen, pakar fisika dari Universitas Harvard in, editor program sains ABC News, serta produser film.
"Kalau begitu, kenapa dia belum juga pergi dari bumi?" kata Guillen, 57 tahun, seperti dikutip dari laman Fox News.
Hawking akan mengeluarkan semua hasil analisis terbarunya dalam film dokumenter terbaru yang akan tayang di chanel BBC, Stephen Hawking: Expedition New Earth. Menurut BBC, seri ini akan mengeksplorasi teori Hawking tentang umat manusia dan potensi kehancurannya. Sebelumnya, Hawking juga sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang Tuhan.
Pernyataan Hawking tentang kehancuran umat manusia dalam 100 tahun ini berubah drastis dengan pernyataannya November tahun lalu dalam pidatornya di Universitas Oxford. Saat itu, ia menyebutkan setidaknya ada waktu 1.000 tahun sebelum berkemas.
"Masih ada harapan untuk terus hidup jika manusia bisa menemukan planet lain," ujar Hawking kala itu.
Guillen menganggap Hawking adalah Donald Trump dalam sains. "Semua pernyataan yang dilontarkan hanya untuk menarik perhatian," ujarnya. Selain tidak ilmiah, Guillen menambahkan, nubuatnya juga salah arah.
"Sekarang kita melihat Hawking mengajak kita untuk menyelematkan diri ke luar angkasa dan secara tidak langsung berbicara untuk bergabung dengan para miliarder Elon Musk, Jeff Bezos, dan Richard Branson," kata Guillen.







