Jakarta, Harian Umum-Pasar Induk Kramat Jati tak henti bergeliat meski ada pandemi Covid-19. Sedikitnya, ada 10 ribu orang yang selalu berkumpul di pasar ini setiap hari. Di balik itu, ada orang yang senantiasa terus mengingatkan protokol kesehatan kepada pedagang dan pengunjungnya.
"Kami terus meminta semua pedagang untuk menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Bayangkan di pasar ini, berkumpul pedagang sekitar 1.600 lapak, kalau satu lapak ada dua pedagang maka ada sekitar 3.000 pedagang. Belum lagi para pembeli, pemasok dengan perkiraan sekitar 6.000 orang per hari. Jadi pasar ini tempat berkumpul sekitar 10 ribu orang per hari, terus menerus," ujar Kepala Pasar Induk Kramajati, Perumda Pasar Jaya, Agus Lamun, di Jakarta Timur, Kamis (13/8).
Menjadi titik perekonomian paling diburu, Agus mengaku terus mencoba menjaga keharmonisan dari berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kehidupan pasar telah menjadi bagian dari kehidupannya. Sehingga, bentuk pelayanan kepada siapa pun menjadi terstandar.
"Karena mengelola pasar ibarat menjaga harmonisasi semua stakeholders untuk bergerak mencapai satu tujuan, yakni pasar yang efisien, nyaman sehiggga pasar tetap menjadi urat nadi masyarakat semua dalam memenuhi kebutuhan terutama bahan pangan," katanya.
Selain menjaga harmonisasi, Agus juga tak bosan untuk mengingatkan semua pihak dalam menjaga kebersihan pasar. Hal ini tak lain untuk tercapainya tujuan bersama, baik pedagang maupun pembeli dalam memberikan kenyamanan bagi semua pihak.
"Misalnya, masalah kebersihan pasar, yang setiap bulannya pedagang merasa telah membayar iuran untuk kebersihan, lalu senaknya membuang sampah. Hal ini, kalau ditanya, mereka beralasan sudah membayar iuran, lalu mengapa harus juga menjaga kebersihan? Kebersihan sudah ada yang bertugas, karena sudah bayar iuran. Jadi perlu campaign untuk menggugah kembali untuk saling menjaga kebersihan lingkungan pasar," jelasnya. (hnk)







