Jakarta, Harian Umum - Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, akan bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Ya sedang dicocokkan waktunya. Pak Prabowo dengan Bu Mega sedang mencocokkan waktu. Karena Saudara tahu, Bu Mega juga sangat sibuk, Pak Prabowo juga padat agenda sehingga dicari cocok waktunya," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Wisma Musi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2023).
Ketika didesak kapan pertemuan kira-kira akan berlangsung, Muzani menjawab diplomatis.
"Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi," katanya.
Muzani memastikan kalau ketika Prabowo dan Megawati semeja saat acara peringatan Hari Nasional Ke-93 Arab Saudi pada Senin (25/9/2023) malam di Jakarta, keduanya tidak bicara tentang politik, meski sesekali terlibat berbincang.
"Itu kan peristiwa di hari ulang tahun nasional Arab Saudi, sehingga pembicaraan-pembicaraan politik, apalagi sangat serius, tidak di tempat itu dibicarakan," katanya.
Meski demikian, Muzani mengatakan bahwa keakraban Prabowo dan Megawati di momen tersebut merupakan pertanda baik menjelang Pemilu 2024. Meski ada di 2 kutub berbeda, bukan berarti tak bisa saling merekatkan persatuan.
"Itu adalah tanda baik bagi persatuan, bagi keberlangsungan demokrasi kita yang akan datang," katanya.
Seperti diketahui, Megawati dan Prabowo pernah berpasangan sebagai Capres-Cawapres pada Pilpres 2009, tetapi belakangan ini hubungan keduanya dikabarkan retak akibat perbedaan politik menjelang Pilpres 2024.
Maka, ketika keduanya duduk satu meja pada acara yang diadakan Kedubes Arab Saudi di Jakarta pada 25 September 2023, hal itu dianggap sebagai pertanda baik bagi hubungan keduanya.
Bahkan, momen itu langsung saja dikaitkan dengan isu 2 poros pada Pilpres 2024 nanti. Apakah Prabowo akan bergabung dengan PDIP untuk berduet dengan Ganjar Pranowo yang diusung PDIP? Atau sebaliknya, Ganjar tetap diusung PDIP dan Prabowo diusung KIM, sehingga Anies Baswedan gagal nyapres?
Mari kita tunggu. (man)





